Mudik - D-day (1)

Fiuuhh…. Berlalu sudah momen mudik kemarin. Alhamdulillah… Lega bgt rasanya sudah selesai urusan.
Mudiknya alhamdulillah lancar, seru, menyenangkan…

Ceritanya lengkapnya begini…

Mudik bagi kami se-rumah dimulai hari Sabtu, 27 September 2008. Pagi-pagi hari Sabtu kami sudah mempersiapkan rumah untuk ditinggal. Rak-rak sepatu dimasukkan ke gudang, keset-keset dirapikan, motor dipindahkan ke rumah mama, baju-baju yg sudah terlanjut basah dicuci dan dijemur, yang masih kering, ditaruh di tempat cucian kotor.

Alhamdulillah tinggal berdekatan dengan orang tua, untuk urusan mematikan dan menyalakan lampu, sudah dihandle oleh Papa :D

Pukul 10.00 pagi, Asisten ke-2 dijemput oleh kakak-nya. Rombongan pertama berangkat !! Asisten ke-1 yg pulang menggunakan kereta, baru diantar ke stasiun setelah memberi Asha makan siang.. :D
Ada insiden salah mengingat jadwal pula saat mengantar Asisten-1. Yang mestinya 18.30, tiwi kira 17.30. Padahal pukul 16.00 kami sudah ada di stasiun Kota :D Untung bapak supir nggak ngambek :p
Akhirnya diputuskan untuk menuju tengah kota untuk sholat Ashar, dan membeli bukaan shaum. Burger King Thamrin.. (Huhuhuhu, akhirnya selama Ramadhan, ngerasain jg buka shaum pake’ BK :p)

Dengan bawaan seperti orang yg pulang dari haji, cukup merepotkan bagi kami untuk mencari cara agar bisa membantu asisten-1 untuk bisa naik ke kereta. Apalagi akhirnya kami memutuskan membawa Asha saat mengantar. Supaya Asha sadar bahwa pengasuhnya memang akan pulang, dan nggak mencari-cari nantinya. Alhamdulillah, stasiun Kota tidak seramai yang kami kira. Jadi Erwin + asisten-1 masih bisa menarik tas bueessaaarr itu, dan hanya mengangkatnya saat akan naik kereta.
Sembrani yg sekarang bagus yaaa… bersiiiihhh sekali + nyaman. Jarak antar kursinya cukup besar, jadi kaki tidak terlalu pegal walaupun harus menempuh perjalanan jauh.

Melihat Asha yg antusias sekali saat di dalam kereta, akhirnya diputuskan untuk memberi dia pengalaman baru (lagi). Tiwi dan Asha naik kereta smp ke stasiun Gambir, Erwin menjemput kami di sana.
Huaduuhhhhh, yg namanya Asha, nggak bisa diam di satu kursi ! Dengan senangnya dia pindah-pindah bangku (karena kondisi kereta saat berangkat dr stasiun Kota masih kosong) dan melongok ke jendela saat ada lampu mobil menyorot dr luar… Lucunya kamu, Nak…
Saat turun di stasiun Gambir, suasana mudik baru terasa. Karena begitu kami keluar dr pintu Sembrani, lgs ada lampu sorot dari salah satu kameramen TV swasta yg sedang liputan. Weks, kabur yuk Sha !! :D

Sampai di rumah, Tiwi sempat mau nangis. Karena ternyata Asha mengira pengasuhnya masih ada. Sibuk dia hilir mudik keliling rumah mencari-cari. Sampai ke belakang pintu pun dijabanin !! “Uwi… (panggilan ke pengasuhnya)… Baaaaa… !!” (main ci-luk-ba) sambil cengar-cengir PD bahwa pengasuhnya bakal ada di belakang pintu membalas ci-luk-ba dia. Duh naaak… maaf yaaa karena udah meninggalkanmu 5 hari dalam seminggu…

Baru pukul 23.30 WIB dia mau tidur. Itupun setelah menangis dan muntah di tempat tidur karena tidak berhasil menemuka pengasuhnya. Siapa yg nggak sedih melihatnya.
Tp malam itu Tiwi nggak mau memikirkan, karena kami harus bisa bangun pagi keesokan harinya. Atau kami akan terlambat terbang…

28 Oktober 2008
Waktu sahur, Tiwi sudah bangun untuk mempersiapkan perlengkapan Asha. Susu, makan pagi, dll. Thank to Zaralde for the nappy bag. Muat banyak lho !!
Sesuai rencana, Mama, Papa, Dini mengantar kami ke bandara. Udah kaya’ mo pergi haji kan !? :p Tp namanya juga ada Asha, semua belum rela harus berpisah seminggu penuh dengan dia :D
Sampai di bandara pukul 07.00, masih 2 jam sebelum jadwal keberangkatan, Alhamdulillah.
Saat check-in, bertemu dengan teman TELKOM dan keluarganya. Lumayan, tukar cerita setelah sekian lama nggak ketemuan… Anaknya beliau seumuran Asha. Sempet berebut buku tuw anak berdua di boarding room :D

Penerbangan Alhamdulillah lancar. Meskipun mengalami turbulence yg cukup bikin Erwin berpegangan erat di kursinya :p Di Juanda, tim penjemput sudah siap. Asha yg paling senang, karena bertemu kembali dengan pengasuhnya :D
Karena kami akan menempuh perjalanan darat selama 6 jam ke BDWS, dr JKT sudah kami niatkan untuk tidak shaum di hari itu. Jadi, setibanya di Juanda, kami sarapan dulu sambil memberi makan Asha. Enak yaa Nak, sotonya…

Sampai di BDWS sudah pukul 18.00. Tidak ada perbedaan waktu antara JKT & BDWS. Cuma jadwal sholat-nya saja yg lebih maju.
Capek, lelah, lemes, mual. Tapi ternyata semua itu masih harus ditambah.
Sekitar pukul 20.30, Asha mulai rewel !! Ini yg nggak pernah terpikirkan oleh Tiwi (persiapan sakit, obat-obat, mainan, dll sudah kami cover sebelumnya, tp masalah mental, ternyata kami kurang memperhatikannya). Disangkanya kami harnya bertamu. Asha minta pulang…
Nggak berhasil mengalihkan perhatiannya, akhirnya dia menangis kejer…

Tiwi dan Ibu sudah tidak bisa lagi menahan untuk nggak ikut menangis. Kasian melihatnya… plus, kami tidak tahu harus berbuat apa. Sebelum akhirnya kami putuskan untuk membawa dia berkeliling dengan mobil, karena kelihatannya Asha sudah mengantuk.
Alhamdulillah, setelah putar-putar kota BDWS, akhirnya Asha tertidur. Satu hari terlewati… :D

4 Responses to “Mudik - D-day (1)”

  1. Pengalaman pertama anak-anak kalo diajak tidur bukan dirumahnya biasanya rewel, salsa aja sampe umur hampir 3 tahun dan beberapa kali diajak nginep dirumah uwa-nya tetep aja ada rewel2nya sedikit. Cuma makin gede anak-anak makin betah dan gak akan minta pulang, malah sebaliknya salsa terakhir kemarin ke bdg malah gak mau diajak ke jakarta

  2. Yah, tw, kenapa ada lampu sorot kabur? kayak De dunk, pasti dia kalo ada lampu sorot kek gitu langsung tereak:”Senterin gw dunk.” hahaha… kabur ah sblm De ke sini :p

  3. eh ada yang ngomongin gw disini…coba di blog gw kalo berani *bawa GIR jaman tawuran di STM dulu*

  4. Mbak TW… knapa asha ga diajak jalan2 ke rumah eyangnya fahim ajjah… padahal tgl sgitu kita masih di rumah… :D

Leave a Reply

Currently you have JavaScript disabled. In order to post comments, please make sure JavaScript and Cookies are enabled, and reload the page.

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>