<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>temanbaik.com &#187; kebiasaan</title>
	<atom:link href="http://www.temanbaik.com/tag/kebiasaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.temanbaik.com</link>
	<description>pages of my world through words...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Aug 2011 08:58:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Ingin Dikenang Seperti Apa ?</title>
		<link>http://www.temanbaik.com/family/ingin-dikenang-seperti-apa/</link>
		<comments>http://www.temanbaik.com/family/ingin-dikenang-seperti-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 02:24:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>temanbaik</dc:creator>
				<category><![CDATA[A Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Asha]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.temanbaik.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Sudah mau tahun baru lagi&#8230; Biasanya kalo&#8217; mau tahun baru, banyak orang, banyak media yang mengenang dengan cara mengulas kejadian-kejadian yang sudah lalu. Bicara tentang mengenang, saya semalam tersenyum sambil membaca buku Bara Patiradjawane yang membicarakan kenangan dia tentang neneknya. &#8230; <a href="http://www.temanbaik.com/family/ingin-dikenang-seperti-apa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah mau tahun baru lagi&#8230;<br />
Biasanya kalo&#8217; mau tahun baru, banyak orang, banyak media yang mengenang dengan cara mengulas kejadian-kejadian yang sudah lalu.</p>
<p>Bicara tentang mengenang, saya semalam tersenyum sambil membaca buku Bara Patiradjawane yang membicarakan kenangan dia tentang neneknya. Tentang kegemaran sang nenek memasak, kegemaran sang nenek mengumpulkan buku-buku resep yang kemudian menurun utuh ke dirinya. Diceritakan olehnya dalam satu tulisan kolom yang menyenangkan untuk dibaca.</p>
<p>Pagi ini, seperti biasa juga dibuka dengan membaca <a href="http://www.kompasiana.com/">Kompasiana</a>. Membaca artikel <a href="http://www.kompasiana.com/chappyhakim">Bapak Chappy Hakim</a>, ditulis juga tentang kenangan atas sang ayah yang diingat olehnya, dan oleh sahabat almarhum.</p>
<p>Tiwi sendiri, kalau sedang melamun, suka mengenang masa kecil dimana mama selalu menyambut kami pulang sekolah dengan masakannya yang berganti-ganti, membuatkan kami camilan-camilan sehat untuk <em>&#8220;tea time&#8221;</em> di sore hari atau saat ada teman-teman yang datang untuk belajar bersama di rumah; mengenang saat-saat kebersamaan kami malam hari mendiskusikan PR yang diberikan di sekolah; mengenang piknik-piknik kami di banyak tempat yang selalu disempatkan oleh mama dan papa untuk tetirah&#8230;</p>
<p>Jadi terfikir&#8230;<br />
Seperti apa nanti Asha dan adik-adiknya akan mengenang tiwi sebagai mama-nya.<br />
Pengen deh, Asha mengenang saya sebagai mama-nya yang selalu menyempatkan membuatkan bekal sekolah dan makanan tiap hari-nya yang dia pilih sendiri di malam sebelumnya. Dengan menu favorit semacam nasi goreng dan muffin yang berulang kali diminta. Bahkan proses memilih menu dengan membawa buku-buku resep dan duduk di sofa pun, inginnya menjadi saat yang menyenangkan untuk dikenang oleh dia.</p>
<p>Atau mungkin, Asha akan mengenang kebersamaan kami di dapur saat mengocok kue dan bersama-sama rebutan adonan sisa adonan dari <em>bowl</em> dan buru-buru menjilatinya hingga celemotan di muka kami&#8230; Pasti menyenangkan dikenang untuk momen-momen seperti itu.</p>
<p>Mungkin juga dia akan mengenang kebiasaan kami tiap malam untuk bernyanyi sambil bertepuk tangan dan meloncat-loncat di tempat tidur, lalu ditutup dengan menghapalkan doa-doa dan surat-surat pendek atau membaca buku-buku ceritanya (dan bahkan kadang justru gambar di majalah tiwi yang dibahas oleh kami)&#8230;</p>
<p>Jika diberi umur panjang, kami mungkin akan bersama-sama melewati beberapa masa lagi dalam kehidupan di masa depan. Asha bertambah besar, tiwi bertambah tua.</p>
<p>Yang pasti, tiwi punya niat ingin dikenang oleh anak-anak saya sebagai, kalau kata film <em>Sang Pemimpi</em> : <em>&#8220;orang tua juara satu di dunia&#8221;</em>.</p>
<p>Bukan dengan barang-barang terbaik yang memang selalu tiwi dan erwin usahakan untuk bisa berikan kepada mereka, bukan dengan materi yang memang sedang kami siapkan dengan sungguh-sungguh untuk masa depannya;<br />
Tapi dengan saat-saat istimewa dalam kehidupan kami, momen-momen yang kami bagi bersama, kebiasaan-kebiasaan yang cuma kami yang memilikinya&#8230;.</p>
<div id="attachment_119" class="wp-caption aligncenter" style="width: 580px"><img class="size-full wp-image-119" src="http://www.temanbaik.com/wp-content/uploads/2009/12/asha_kue.jpg" alt="asha dan adonan" width="570" height="200" /><p class="wp-caption-text">ini asha, dan sisa adonan kue profesional pertama kami... <img src='http://www.temanbaik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p>Tiwi yakin, yang seperti itu akan lebih menyenangkan untuk dikenang. Sampai kapanpun.</p>
<p>Akhir Tahun 2009.<br />
(Tulisan ini bukan resolusi untuk tahun depan. Tapi untuk selamanya.<br />
Semoga.)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.temanbaik.com/family/ingin-dikenang-seperti-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

