Aku Berubah, ya ?

“Kamu berubah… jadi lebih kasar sejak pindah kantor. Sepertinya, bener-bener harus cepat resign nih…”

Kaget, jujur. Kenapa kata-kata itu bisa keluar dari seorang Erwin ?

Sebagai suami, Erwin jarang sekali protes tentang yang berkenaan dengan pribadi Tiwi. Lhaa wong dia ngejar-ngejar aku karena kepribadiannya kok… iyah kan mas ?! (sadar diri gak mungkin karena fisik soalnyah =)) )

Kecuali, masalah keseharian seperti mandi, masak, dll. Hehehe… iyaa, kebiasaan jadi anak yang jarang keluar rumah, buat Tiwi, mandi tercepat itu nanti, sewaktu harus sholat Dzuhur. Kalo’ untuk Erwin, mandi pagi itu yaa bener-bener pagi. Setelah bangun tidur. Kalau bisa, sebelum sholat Subuh. Iiihhh… kan masih dingin mas… Ntar juga keringetan lagi pastinya… :p

Tiwi berubah yaa ?

Sepertinya Tiwi memang jarang melakukan interospeksi lagi akhir-akhir ini. Bukan… bukan karena ada Asha. Tiwi nggak mau anak semanis itu dijadikan alasan. Kalaupun Tiwi mau, seharusnya setelah Asha tidur, Tiwi bisa melakukan hal itu, kan ?!

Tapi sepertinya, setiap malam tuh yang Tiwi pengen cuma cepat tidur juga, dan berharap semua hari itu adalah hari Sabtu atau Minggu. Sehingga Tiwi tidak harus menghadapi kondisi kerja sangat…sangat…sangat melelahkan.

Perusahaan Tiwi yang sekarang adalah perusahaan baru. Benar-benar baru berdiri. Segalanya serba gonjang-ganjing. Hanya yang bermental keras dan ber-pribadi yang keras, yang bisa bertahan sepertinya. Dimana pisuhan dan pressure tingkat tinggi adalah sesuatu yang berlaku setiap harinya. Orang-orangnya juga kebanyakan orang-orang baru yang dituntut harus mampu belajar secara cepat, tapi tentu harus tepat. Termasuk belajar beradaptasi. Tidak seperti kantor lama yang kebanyakan berasal dari lingkungan sama, yaitu STT Telkom, sehingga “bahasa batin” sepertinya juga bisa berlaku di sana.

Tiwi tidak hendak menyalahkan lingkungan dengan menulis ini semua. Toh atasanku juga pernah menyatakan merasakan hal yang sama. Tidak ada yang salah di sini…

Tiwi cuma sedang berusaha mengingatkan diri sendiri. Bahwa pribadi yang baik itu adalah pribadi yang dapat cepat membaur dengan lingkungan barunya, tetapi tetap berusaha untuk tidak lebur.

Tiwi seharusnya bisa dengan lincah menjadi bagian dari lingkungan yang sekarang ini, tetapi tidak lantas ikut-ikutan berubah menjadi “kasar” seperti kebanyakan.

Sepertinya, Tiwi juga mulai dituntut untuk benar-benar profesional. Memisahkan kehidupan kerja di kantor, dengan kondisi yang dibutuhkan di rumah. Seperti yang berlaku sebelumnya…

Setelah kembali membaca-baca postingan di blog lama, jujur, Tiwi seperti tidak mengenal diri yang sekarang. Dari gaya tulisannya, Tiwi dulu adalah orang yang bisa selalu mengambil hikmah dari peristiwa di sekeliling, mengolahnya, dan membaginya dengan cara yang menyenangkan. Dengan sangat keras berusaha pun, sepertinya hingga tulisan ini dibuat, Tiwi tetap belum bisa menemukan “gaya” itu kembali.

Well, looks like I miss the environment where people can still smile and laugh very much ! I miss those day, guys. This is the price I should pay for what the benefits i get, maybe…

Sam, sorry for the things I’ve done. Thank you for keep being my bestfriend. Teman yang selalu berani mengkritik jika memang ada yang kurang benar dalam laku dan kata. Introspeksi bareng yuk…

Love you, hun… :-*

PS :
Jadi kapan aku boleh beneran resign ?? ;))

4 Responses to “Aku Berubah, ya ?”

  1. mBa tiwi ga berubah … hihihihihi… bener dech ga berubah…
    tapi kl mba tiwi sampe risign, itu baru menurut aku mba tiwi yg berubah :(( … berubah karna tidak kerja lagi dan … makin jarang dech ketemuannya …
    ga nyambung ya mba …
    intinya jangan resign ya mba :)

  2. resign dari kerjaan atau dari ngeblog??? :D

  3. resign dari kerjaan kali mba’ sa. Berenti kerja, Insya Allah ada kerjaan laen..yg sesuai cita2 mba’ tw mungkin….semoga segera :) Tapi kalo berenti ngeblog, belum tentu ketemu “mba’ tw yang lain” dalam dunia blog. So…janganlah resign dari ngeblog, kan katanya gak mo kehilangan ladang untuk beramal thoo :D
    Kalo berubah, drastis sih ngga’…tapi kalo Erwin merasakan seperti itu ya wajar, secara dia yang ketemu mba’ tiap saat.
    Jadi lebih kasar? Ngga’ juga…mungkin cuma bawaan stress aja. Setelah dikiritik kaya gitu sama si “Sam”, sangat yakin…kalo mba’ akan sangat berusaha “back on track” dan berhasil kembali ber-pribadi seperti yang dikagumi oleh beliau :)
    Alhamdulillah ya, 4 taon barengan aku…mba’ gak terkontaminasi. Itu kantor baru bener2 effectnya jelek buat mba’…cari yang baru aja deh mba’ *ngomporin* :D khehkehkehkehe

  4. eh pindah sini ya blognya

Leave a Reply

Currently you have JavaScript disabled. In order to post comments, please make sure JavaScript and Cookies are enabled, and reload the page.

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>