Celoteh Asha

Mumpung fungsi blog belom dibatasi… dan memang penggunaannya terserah si empu-nya tho, yaa gpp kan tiwi menuliskan celoteh-celoteh Asha akhir-akhir ini supaya bisa didokumentasikan. Hekekeke…
Sayang banget celoteh-celoteh cerdas dari seorang anak kecil berusia 3 tahun ini kalo’ harus tercecer begitu saja… :D

1. Setting : Belajar Upacara di TK Al-Marjan 02

Guru [G] : “Nah.. sekarang, siapa yang hafal Pancasila ??”
Asha [A] : (tunjuk tangan di barisan) “Ashaaaaaaaa…” (asha memang tidak cadel dalam menyebut namanya menjadi “Aca” atau apalah… dari dulu dia selalu jelas menyebut “asha” dengan “sha” yang tebal :D )
G : (tertawa sambil memandang seorang anak KB tidak percaya… tapi namanya jg sudah berani tunjuk tangan yaa…) “Asha bisa, Nak ? Ayo coba maju ke depan…”
A : (maju ke depan sebelah ibu guru)
G : “Ayo sha… PANCASILA !”
A : “Ciaaattttt…” (sambil memeragakan gerakan PENCAK SILAT !!)

=))
Asha memang selalu kami ajak menghadiri undangan-undangan nikahan. Termasuk undangan nikahan ala Betawi. Sejak saat itu, dia memang sudah mengenal gerakan-gerakan dasar pencak silat, dan selalu mengulangnya di rumah beserta sound effect “ciaaattt…”
Tapi asli, plesetan PANCASILA ke PENCAK SILAT… itu baru berhasil kami terjemahkan di malam hari saat mau tidur, waktu tiwi mencoba mengajarkan kembali sila-sila dalam Pancasila.

Gpp ya, Nak. Yang penting tunjuk tangan, dan dapet bintang :D

2. Setting : Mobil, berkendara mobil hanya berdua Asha

Tiwi [T] : (bersenandung mengikuti radio sambil mengetuk-ngetuk steer wheel)
A : “Mama… masak nyetir kaya’ gitu…!!” (sambil menarik tangan tiwi supaya diam dan kembali menyetir dengan benar !)
T : “Kenapa emang nak ?” (menengok ke asha, sambil malah melepaskan kedua tangan dari steer wheeel)
A : (dengan tampang panik) “Mamaa…. ndak boleeehhhh !”

Hahahaha… safety riding campaign by a 3-year-old kiddo !! :p

3. Setting : Ruang Makan dan Teras Belakang Rumah. Minggu Pagi.

Saat itu memang sedang ada teman Erwin yang menginap. Namanya Wildan. Dia sedang mencari-cari rumah tinggal di sekitar rumah kami. Makanya sudah beberapa kali berkunjung dan bermalam di rumah kami.

T : “Sha, panggil papa sama om Wildan, Nak… Bilang, sarapan Pa, gitu…”
A : “Om Wildaaannnn ayoooo makaaannnn dong… Kan udah dibuatin tuh sama mama….Ayo, makan !!”
(dengan nada berteriak dan berlari-lari dari arah ruang makan ke teras belakang tempat papanya dan wildan sedang membaca koran)

Semua yang mendengar : (tertawa terpingkal-pingkal)
Karena mendengar omelan anak kecil di pagi hari… =))

Kalo’ Asha susah makan, memang tiwi selalu bilang “Asha, ayo dimakan dong… Udah dibuatin juga sama mama…”

Anak kecil… what they say is what they hear… :D

You really make our days, kiddo…
Thank you Allah for sending you here to us.

Posted in Asha, Family | Tagged , , , | Leave a comment

Pondok Gede [1]

(Terilhami setelah membaca postingan di sini)

Sejak 1983, kami sekeluarga pindah dari kawasan Lenteng Agung, Pasar Minggu, ke daerah yang bernama Pondok Gede.
Daerah yang pada waktu itu masih berupa daerah yang seperti baru dibuka untuk ditinggali. Bahkan tiwi masih ingat, saat pindahan, truk pembawa barang harus melewati jalan utama yang masih berbatu-batu kali kasar. Bahkan belum diaspal ! Apalagi mengenal teknologi pelapis hot mix :D

Akibatnya, di tahun-tahun awal pindah, rumah kami selalu merupakan pilihan terakhir untuk dijadikan tempat acara-acara keluarga ! Hehehe…. memang saat itu Pondok Gede belum terkenal akan kemacetannya seperti sekarang, tapi jalanan ala era The Flinstones-nya memang akan membuat siapapun, dengan jenis kendaraan apapun merasa malas untuk melewatinya…

Lalu, kenapa ke Pondok Gede ?! Alasannya sederhana saja.
Karena saat itu, perusahaan tempat papa bekerja, menyediakan fasilitas untuk memiliki rumah bagi pegawainya dalam satu perumahan yang letak tanahnya di Pondok Gede :D

Kalau saat ini tiwi ditanya : “Tinggal dimana, wi ?!”
Akan agak sulit menjawabnya. Karena lokasi Pondok Gede sendiri memang merupakan daerah antara :D Iyaa.. daerah antara Jakarta dan Bekasi, Jawa Barat. Batasnya pun hanya tipis, hanya sebuah sungai kecil (yang baru tiwi tahu juga bahwa namanya Kali Sunter) yang melintasi kawasan Jatiwarna dan Molek di sisi arah TMII-Lubang Buaya, dan jalan layang di atas jalan tol Cikampek di sisi arah Kalimalang.

Jl. Raya Pondok Gede sendiri memang melintasi 2 (dua) propinsi. Karena jalan yang dimulai (atau malah berakhir) di kawasan TMII tersebut terbentang hingga kawasan Pasar Pondok Gede.
Sungai-nya sendiri terletak lebih dekat ke kawasan Bekasi, yang membuat Jl. Raya Pondok Gede bagian Jakarta lebih panjang daripada bagian Jawa Barat-nya.
Tapi wilayah Pondok Gede sendiri secara keseluruhan, memang lebih besar di wilayah Bekasi, Jawa Barat-nya.

Kalo’ pertanyaan tadi dijawab dengan, “Pondok Gede”.
Pasti akan ada komentar tambahan dari si penanya yang memerlukan penjelasan lebih panjang lagi. Seperti ini : “Hah, jauh banget, wi… Bekasi sana kan ?!”
Hmm… iya sih, secara resmi yang tertulis di KTP memang Pondok Gede masuk ke wilayah Bekasi. Tapi untuk menuju rumah tiwi, akan lebih mudah dicapai melalui Jakarta.
Bahkan supaya resmi boleh dibilang warga Bekasi, tiwi pernah coba-coba untuk mencoba moda transportasi KRL dari Gambir ke stasiun Bekasi yang memang berada di pusat Kota Bekasi, dan ternyata memakan waktu lebih lama untuk sampai di rumah dari stasiun tersebut, ketimbang memilih jalur tol Pondok Gede Barat yang masih merupakan bagian Jakarta, atau malah tol TMII.

Satu hal lagi yang tiwi masih ingat sampai sekarang, waktu kantor pos Pondok Gede baru dibuka di dekat perumahan kami, Pak Pos-nya pernah memberi petunjuk penulisan alamat agar memudahkan pengantaran surat maupun paket apapun yang ditujukan kepada kami.
“Tulis saja, Pondok Gede 1741X yaa.. jangan Bekasi 1741X ! Nanti malah akan lama sampainya, karena dikirimkan ke Kantor Pos pusat di Bekasi dulu… Muter-muter malah nanti kirimannya !”

Entah bagaimana SOP yang sebenarnya tentang pengiriman surat atau paket, tapi kata-kata itu terbawa di pemikiran Tiwi sampai saat ini.
Penulisan alamat tiwi jika diminta, pasti : Komp. ABCD, Jati, Pondok Gede 1741X.
Kecuali memang tersedia kolom Kabupaten atau Propinsi di formulirnya.

(Nanti lagi yaa…)

Posted in Family, Personal | Tagged , , | 1 Comment

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

Udah lama nggak nulis yang “sedikit” serius yaa ?! :D Gara-gara belakangan ini punya bacaan baru Kompasiana *hi guys…*, jadi terusik untuk nulis rada serius kali ini… :D

Cerita-nya… sekitar sebulan yang lalu, Cerita tentang Puri jadi topik yang sangat heboh di Kompasiana. Jadi ada di “rumah virtual” itu, ada seseorang yg memiliki account bernama “Puri” dan memiliki blog.
Puri ini masih berstatus mahasiswa. Masih muda kan artinya ?! Dan, dia memiliki blog yang menceritakan kehidupan dia sehari-hari bersama sahabat baru-nya, yaitu penyakit kanker.
Ada sekitar 4-5 posting yang dia tulis tentang penyakitnya, tentang bagaimana dia menyikapinya, tentang keluarganya… Sampai akhirnya dia diberitakan meninggal melalui sms yang dikirim melalui sesama penghuni Kompasiana.

Blog-nya dalam waktu singkat (dengan postingan belum mencapai 10 postingan bisa dibilang singkat kan ?), menuai banyak simpati dari pengunjung maupun sesama penulis di Kompasiana.
Salah satunya, adalah Tiwi sebagai pengunjung tetap :D
Membaca postingannya membuat saya merasa banyak-banyak bersyukur karena diberi nikmat sehat yang luar biasa oleh Allah. Dan juga merasa sedih karena anak seusia itu sudah harus merasakan sakitnya “kanker” yang katanya “luar biasa”, juga merasa lega karena pada akhirnya dia meninggal, yang artinya nggak lagi kesakitan, tho ?!
Selama mengikuti tulisannya, tiwi teringat seorang teman sekolah yang juga sedang berjuang melawan kanker-nya dengan semangat yang luar biasa *hai, Sar ! cepet sembuh yaa !*

Belakangan, diketahui bahwa tokoh “Puri” yang selama ini menuliskan kisah-kisah itu adalah rekaan semata. Ditulis oleh orang (atau banyak ?) yang sedang mengikuti perlombaan “Daun Muda” *kenapa yaa nama perlombaannya juga aneh gitu ? :-? *

Bisa dibayangkan marah-nya para simpatisan kisah “Puri” tersebut nggak ?! Betapa merasa tertipunya kami semua… Oleh seseorang yang bahkan mungkin sudah dianggap sebagai “saudara baru”.
Tapi apakah benar kami pantas untuk marah ?! Toh “Puri” tidak pernah mengemis apa-apa selama menuliskan postingannya.

Memikirkan apakah layak atau tidak kami semua marah dengan cerita rekaan tersebut, Tiwi membayangkan kondisi saat tsunami Aceh tahun 2005 dulu. Dulu (sampai sekarang juga sih) bergabung dalam komunitas Blogfam. Saat tsunami itu, kami mengetahui bahwa salah seorang anggota keluarga Blogfam juga turut menjadi korbannya.
Begitu mengetahui hal tersebut, dalam waktu sangat singkat, kami bersama-sama menggalang sumbangan dana. Tidak tanggung-tanggung, karena kami adalah komunitas berbasis dunia maya yang letaknya ada hampir di seluruh dunia, transferan langsung masuk dari mana-mana… Nyaris tanpa pertanyaan, nyaris tanpa praduga apapun.
Saat sudah terkumpul cukup banyak, kami langsung saat itu juga mentransfer ke rekening tabungan teman kami yang berada di sana untuk digunakan pindah saat itu juga ke Pulau Jawa.

Benang merahnya adalah…
Apakah saat itu kami sudah pernah bertemu dengan teman kami yang berada di Aceh tersebut ? Belum.
Apakah kami melakukan cross-check sebelumnya bahwa benar teman kami terkena bencana itu ? Tidak juga.
Apakah kami melakukan tindakan bodoh ? Untungnya tidak :D

Sepertinya, iklim bertetangga di dunia maya, dalam kasus seperti ini tiwi persempit menjadi blog dan forum khususnya) memang sudah sedemikian rupa membuat empati lebih cepat terlihat terbangun dibandingkan hidup di dunia nyata. Kenapa ?
Kalo’ kemarin yg terlintas di benak tiwi adalah, emang ada gitu orang jahat yang niat banget menipu, atau membohongi dengan bersusah payah membuat account blog, membuat postingan atau melakukan registrasi ke forum, bersahut-sahutan di dalamnya ?
Ternyata dengan adanya kasus “Puri”, jawabannya : ada tuh ! Hehehehe
Mungkin memang pencipta tokohnya tidak jahat pada awalnya. Tetapi dia salah memanfaatkan komunitas sebesar Kompasiana untuk menciptakan tokoh fiktif yang memang diniatkan untuk merebut simpati sebagai salah satu syarat untuk mengikuti lomba itu.
Siapapun yang bergabung ke dalam komunitas, apalagi seperti Kompasiana, pasti dengan tujuan yang baik dan memang (mudah-mudahan) merupakan orang baik-baik.

Empati yang terbangun, pun hanya dengan tulisan, di dunia maya saat rentan untuk disalah gunakan. Karena hidup berdampiangan di dunia maya, memang hanya bermodalkan kepercayaan, kan ?! :D

Bayangkan kalo’ misalnya pencipta karakter tersebut juga memanfaatkan untuk mencari dukungan material berupa pembukaan transferan urunan dana untuk “Puri”. Tiwi yakin hari itu juga saat kabar kematian “Puri” didengar, rekening tersebut akan menerima transferan dari banyak orang yang memang tulus ikut berempati.

Kemarahan banyak orang akan kasus ini memang wajar menurut tiwi. Dimana-mana kebohongan memang tidak akan pernah bisa ditolerir. Apalagi yang berpeluang menjadi sebuah kasus yang berbentuk penipuan material seperti ini…

Tapi apakah kejadian seperti ini akan membunuh empati bertetangga di dunia maya ? Mudah-mudahan tidak yaa… Karena empati biasanya hanya dimiliki oleh orang baik-baik. Dan kalo’ empati hilang perlahan-lahan, tidak enak kalo’ juga harus membayangkan orang baik juga akan berkurang dan bukannya bertambah… :-(

Duh, semoga besok-besok tidak akan ada lagi orang yang memanfaatkan kebaikan orang lain untuk kepentingannya sendiri yaa… Di dunia maya, apalagi di dunia nyata. Amiiinnn…

Posted in A Thought, Friendship, Personal | Tagged , , , | Leave a comment

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

Hari ini, 4 November 2009

Asha get first STAR stamped on her hand !!

Buat apa ?! Karena Asha berani tunjuk tangan untuk nyanyi di depan kelas dalam acara ulang tahun temannya. Cool, kiddo !!
Lagunya : “Jika Pulang Sekolah” *lengkap dengan instrumen ck..ck..ck-nya =))*

Hari ini juga, Asha’s first time crying at school !

Kenapa ?! Karena ditahan oleh gurunya saat sudah mau membalas memukul temannya yg sudah mendorong dia saat sedang baris =))

Jangan galak-galak dong, Nak…

Posted in Asha | Tagged , , | 1 Comment

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

ashagoestoschool

“selamat belajar nak penuh semangat
rajinlah selalu tentu kau dapat
hormati gurumu sayangi teman
itulah tandanya kau murid budiman”

Posted in Asha, Daily, Family | Tagged , | Leave a comment

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

Tiwi paling seneng dengan yang namanya quotes. Mau romantic quotes, wisdom, motivation, apa ajah lah… Berasa adem ajah kalo’ baca quotes.

Jaman-jaman SMA, bersama Dian sepulang sekolah, kami paling suka “menunggu” di Gramedia, atau Familia. Menunggu apa ?! Yaa menunggu jeda antara sekolah dengan les biasanya.

Dan di kedua tempat itu, biasanya kami hunting ke tempat-tempat kartu ucapan. Buat apa ? Untuk menghapalkan isi-isi kartu-nya Hallmark, dan kawan-kawannya itu. Ada yang isinya hanya sebatas quotes, ada yang puisi yg lumayan panjang…

Kan tertulis bahwa kita dilarang “menuliskan” atau “mengambil gambar” dari kartu-kartu itu… Tapi nggak ada yg melarang buat menghapal, tho ?! Hehehe…

Satu yang paling masih bisa Tiwi hapal sampai saat ini adalah puisi tentang “HOME”. Puisi ini panjang banget. Tiwi ingat, butuh beberapa kali bolak-balik ke tempat kartu untuk bisa hapal keseluruhan isi.

Niat yaa ?! Abis bagus banget… :D

Tadi pagi, berusaha menghapalkan lagi sampai bait terakhir, ternyata ada yang lupa-lupa… Sampai akhirnya penasaran dan minta tolong sama Google :p

Dan hasilnya ini :

What is a Home?

A home is a place
where you know you belong
A place to relax
while the world moves along

A home is a place
that you look at with pride
Loving each room
and people inside

A home is a place
where your heart feels at rest
A place filled with sunshine
and all you love best

Bagus yaa…
Konsep Tiwi tentang sebuah rumah, memang harus selalu seperti ini.
Ngangenin… selalu bikin penghuni-penghuninya pengen pulang terus…

(bersambung)

Posted in A Thought, Personal | Tagged , , | Leave a comment

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

Asha udah 3 tahun… Alhamdulillah, sehat, pinter, dan jarang banget rewel.

3 tahun penuh dengan ke-jail-an…
3 tahun penuh dengan kejutan…

Kaya’ gini nih…

Percakapan di pagi hari tanggal 2 September 2009. Setting : Tempat tidur.

Tiwi (T) : “Sha, selamet ulang tahun yaa, nak… Biar jadi anak sholehah yaa…”
Asha (A) : “Ndak !”
T : “Biar jadi anak pinter yaaa…”
A : “Nggak mauuuu”
T : “Sehat terus yaa, Nak…”
A : “Nddddaaaakkkkk” *makin teriak*
T : “Lhaa, trus apa dong ? Jadi ANAK MAMA ajah deh yah ?!”
A : “IYAH !!”

Good girl… :D

Waktu akung-nya telepon, lebih kocak lagi…

Akung (K) : “Selamat ulang tahun yaaa, Sha…”
Asha (A) : “Iyah, udah tauk kok !!” *dengan nada sok tau*

Bwekekekeke….

Anyway nak, Selamat Ulang Tahun ke-3, anakku…
Semoga Allah senantiasa memberkahi hidup kamu yaa…
Mama do’akan, biar kamu jadi anak yang tauhidnya kuat, anak yang pintar, anak yang berguna untuk orang-orang di sekitar kamu…
Anak yang tumbuh menjadi perempuan dengan akhlak yang baik, yang tidak berbuat kerusakan terhadap apapun di sekitarmu…
Perempuan yang akan melahirkan generasi-generasi terbaik bagi umat manusia…

Amiiinnnn…
We love you, kiddo !! Forever and always !!

Posted in Asha, Family | 1 Comment

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

Siapa yang bilang bahwa menonton film hanya akan membuang-buang waktu dan uang untuk kesenangan sesaat… pasti mereka belum pernah memilih film yang benar untuk ditonton :D Hehehe…

Tiwi pribadi sangat-sangat suka menonton film, karena ada beberapa film yang memang bisa “memberikan” sesuatu…

Contohnya : Charlie Wilson’s War.

Selain yang berperan adalah 2 (dua) artis favorit, Tom Hanks dan Julia Roberts, ada potongan dialog yang bagus di dalam film itu :

Gust Avrakotos:
There’s a little boy and on his 14th birthday he gets a horse…
and everybody in the village says, “how wonderful. the boy got a horse”
And the Zen master says, “we’ll see.”
Two years later The boy falls off the horse, breaks his leg,
and everyone in the village says, “how terrible.”
And the Zen master says, “We’ll see.”
Then, a war breaks out and all the young men have to go off and fight…
except the boy can’t cause his legs all messed up.
and everybody in the village says, “How wonderful.”

Charlie Wilson:
Now the Zen master says, “We’ll see.”

Sealu ada hikmah di balik kejadian…
Dan setelah beberapa kejadian yang tidak begitu mengenakkan di rentang 6 bulan ini… I can only say to myself : “We’ll see…” :-)

Posted in A Thought, Personal | Leave a comment

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

Semalam menjadi salah satu momen terpenting buat aku.
Terima kasih untuk menjadi telingaku…
Terima kasih juga sudah menjadi “sparring partner” diskusi…

Yang utama, terima kasih telah menjadi suamiku.
Yang Insya Allah akan menjadi imam-ku menuju surga kita.

Apa yang kita “IYA” kan semalam bukan untuk aku. Bukan untuk kamu. Juga bukan untuk anak-anak.
Tapi untuk KITA. Iya kan ?

Bismillah…

Posted in -erw-, Family | Leave a comment

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

Happy 33rd anniversary, Ma… Pa…

After experiencing a marriage by myself, it’s now a BIG, not just a WOW now to see you both can reach “33″ numbers in this holy institution…

Guess we still have to learn a lot to be just like what you both can have now…

Thank you, Ma, Pa, for being the best teachers ever !!

Happy wedding also for our cousin, Mia.

Barakallah to all of us.

Posted in A Thought, Personal | Leave a comment