Asha [2]

Udah lama juga ternyata gak update yaa… Kaget sendiri ngeliat last posting-nya udah dari bulan Maret.

Banyak yang menanyakan, polah apa lagi yang asha lakukan akhir-akhir ini… Hehehe, ternyata menghibur banyak orang yaa tingkah asha, kirain mah buat tiwi doang :D

Asha sekarang sudah menjadi sahabat tiwi. Sudah bisa diajak ngobrol… Sudah suka cerita banyak tentang dia sendiri :-) Bener-bener sudah kaya’ punya teman perempuan yg bisa diajak ngopi bareng sambil ngobrolin banyak hal…

Kemarin kami dari bandara, berdua saja di mobil. Kalo’ menyetir, kadang tiwi memang terkesan “nyuekin” dia. Tiba-tiba di bangku sebelah dia ngomong…

A : “Mama, nanti kalo’ asha udah bisa setir, mama asha tanya yaa.. Mama mau kemana ?” *dengan nada maniisss banget sampe tiwi terharu sejadi-jadinya…
T : “Iyaa, nak. Ma kasih yaa.. Asha baik banget sih !”
A : “Iyaaaa.. mama mau kemana ?”
T : nada jail “London, nak”
A : *tampang bingung
A : “Oohh iyah nanti yaa, ma. Sekarang tapi mama setirin asha dulu yaa ke ambassador. Asha mau beli Dendon (nama boneka-nay dia – red), ma !”
T : *glek

Pemalakan oleh anak kecil berusia 3,5 tahun. Tapi beneran deh, kata-kata asha sekarang suka bikin menye-menye ataupun terpingkal-pingkal…

Semalem lagi… dia sedang manja banget.
Di kamar tidur utama kami, ada 2 tempat tidur. Tempat tidur besar, dan tempat tidur asha, yang ukurannya lebih kecil.
Walaupun satu ruangan, tapi kami sudah mulai membiasakan asha tidur sendiri. Semalem gagal total tapi.

A : “Mama… mama bobo di sini ajah !! Jangan di tempat tidur mama, di sini ajah ma…” *sambil tepuk-tepuk tempat di sebelah-nya
T : “Iya, sha. Kenapa emang nak ?!”
A : “Asha mau peluk mama… peluk-peluk-peluk maa…”

Whuaa… She really knows how to cheer me up ! How to re-charged my energy :-) Love you, kiddo !! More and more in everyday.

Posted in Asha, Daily | Tagged , | Leave a comment

Celoteh Asha [1]

Whuah, 2 minggu hectic sama urusan kantor… Beneran kualat kaya’nya sama “kesempatan” yang nggak diambil kemarin… :-)

Tapi alhamdulillah, ada asha di rumah. Yang selalu bisa membuat lelah itu “menguap” kalo’ mendengar celoteh-celoteh dia… :-)

Tentang anak kecil peniru ulung tingkah laku orang-orang di sekitarnya, tiwi percaya banget !

[Scene 1]
Setting : Ruang main asha, sambil telepon ibu+bapak.

Asha [A] : “Uti, ke sini dong, Ti. Ke rumah asha… Ke Jakarta !”
Ibu [I] : “Yaaa… mau sha, tapi Uti kan gak punya uang…”
A : *panik melirik ke Rina, salah satu asisten teman bermainnya* “Na…na… pinjem uangnya, Na. Ayo, ambil Na. Kasih ke uti tuh, nggak punya uang. Kasian !” *sambil nyodorin tangan gaya minta uang*

Hahahaha…. Kalo’ ini, contoh nyata dari tiwi :D tiwi jarang punya cash di dompet. Jadi kalo’ weekend, tiwi suka pinjem uang ke Rina atau Bu Suhri… :D Mungkin asha sering mencuri dengar yaa..

Itu belum selesai. Karena ibu nggak kuat, dan terus ketawa, telepon di sana dikasih ke bapak. Meneruskan ngobrol sama asha…

Bapak [B] : “akung ini sha…”
A : “Akung, ke sini dong, kung… ke rumah asha !” *tetep memaksa, dikomporin bu Suhri sepertinya*
B : “Akung nggak punya uang juga, sha. Kan tadi uti dah bilang kan, ndak punya uang…”
A : “Yaaahh, gimana sih ?! Pada nggak punya uang. Jualin barang ajah lah, kung !!”
Semua orang : *ngejengkang*

Hahahaha….

Ini bener-bener meniru tiwi lagi. Bukan masalah jualin barang pas nggak punya uang yaa :p
Tapi kalo’ tiwi sedang ngobrol sama bu suhri dan rina, dan menyuruh mereka refreshing belanja-belanja ke pasar… kalo’ jawabannya “nggak punya uang”, tiwi selalu ngegodain gini : “halah, nggak punya uang mulu. itu barang-barang daripada numpuk mending dijual-jualin ajah tuh ! (koran, botol-botol, dll) uangnya dibuat jajan sana !”
Dan lagi-lagi, itu diserap sama asha =))

Menakjubkan yaa…
Alhamdulillah, kalo’ dari sisi yang baik-baik-nya (yang tadi kan sisi jailnya dia tuh !), asha sekarang sudah narik-narik sajadah setiap terdengar adzan. Bahkan saat tiwi masih di kantor… :-)
Biasanya cuma sholat jama’ah maghrib dan isya saja.

Saat mau tidur, sudah makin bertambah hapalan doa-doa pendeknya. Ditambah hadits-hadits pendek sekarang ini. Dan nama-nama malaikat dan Rasul… :-)

Mudah-mudahan jadi anak sholehah yaa, Nak. Anak cerdas. Anak yang membanggakan orang tuanya. Anak yang bermanfaat bagi sesama-nya. Dan yang paling penting, anak yang selalu dibimbing Allah dalam setiap langkah hidupnya. Amiiinn….

She is, indeed, my reason to live this life. Thank you kiddo.

Posted in Asha, Daily | 1 Comment

WHY ?! – Inspiring [1]

Ada artikel bagus yang layak untuk direnungi, makanya Tiwi coba share di sini :

Arthur Ashe, the legendary Wimbledon player from USA was dying of AIDS which he got due to infected blood he received during a heart surgery in 1983. From world over, he received letters from his fans, one of which conveyed: “Why does GOD have to select you for such a bad disease ?”

To this Arthur Ashe replied:

“The world over – 50 million children start playing tennis,
5 million learn to play tennis,
500,000 learn professional tennis,
50,000 come to the circuit,
5000 reach the grand slam,
50 reach Wimbledon,
4 to semi final,
2 to the finals,
when I was holding a cup I never asked GOD ‘Why me?’.

And today in pain I should not be asking GOD ‘Why me?’ “

Happiness keeps you Sweet,
Trials keep you Strong,
Sorrow keeps you Human,
Failure keeps you Humble &
Success keeps you Glowing,

but only

Faith & Attitude Keeps you Going…

“Have great hopes and dare to go all out for them, Have great dreams and dare to live them, Have tremendous expectations and believe in them – Arthur Ashe.”

Kalo’ dalam versi singkatnya isi surat itu, dituliskannya dalam bentuk quotes :

If I were to say, “God, why me?” about the bad things, then I should have said, “God, why me?” about the good things that happened in my life.

CERDAS !! :-)

Posted in A Thought, Personal | Tagged , , | 1 Comment

hackeD BY W0LF GH4M3D r0ot@hotmail.com !!!

Kalau saat ini sebagian besar bertanya, “kenapa kamu memilih untuk bertahan dengan semua ini ?”

Ini jawaban dari saya :

“Yang saya yakini, hidup saya yang sebenarnya bukan di sini. Sekarang saya hanya berusaha untuk mempersiapkan yang terbaik untuk yang nanti, yang kekal di sana… Itu yang akan saya kejar.

Lagipula saya yakin, Allah sayang saya. Dan Allah, Tuhan saya, Maha Adil dan Maha Lembut. Dia Maha Tahu apa yang jadi batasan sesungguhnya bagi diri saya…

Saya memang punya pilihan. Tapi ada yang masih menjadi tanggung jawab saya, dan belum bisa memutuskan sendiri pilihannya saat ini. Dan saya rasa, semua tahu akan hal itu, bukan ?!”

Tolong hargai apa yang saya yakini untuk saat ini…

Lagipula kalo’ kata Lao Tzu, untuk berhasil di dalamnya, yang namanya cinta cuma dibutuhkan 1/3 bagian, sisanya adalah saling memaafkan… :-)

Bismillah…!

Posted in A Thought, Personal | Tagged | Leave a comment

Kids Financial

Beberapa hari “tepar” di rumah, dihibur dengan tingkah laku dan kata-kata asha yang bikin geleng-geleng…

[Adegan 1]
Setting : ruang keluarga sore hari, asha di depan cash register, mainannya dan selembar kartu nama di tangannya.

A : “Mama… ini dibayan (read : r) dulu yah !” Sambil mengambil buku yang sedang tiwi baca, dan mendekatkan barcode scanner yang ada di cash register. “Beep…beep” bunyi-nya ketika tombol scan dipencet.

Saya : “Jadi berapa mbak semuanya ?”

A : “Tiga, ma… Dibayan-nya DIGESEK AJA yaa ma… Sini di-GESEK dulu sama asha yaa !” sembari tangan kanannya dengan lihai memegang kartu nama dan melakukan gerakan swipe di salah satu ruang di cash register !! Persis kasir-kasir di hypermarket atau toko buku…

S : *pingsan*

[Adegan 2]
Setting : ruang keluarga malam hari, asha sedang mewarnai gambar itik di kertas yang memang sudah diperbanyak untuk alat dia berlatih.
Saya memperhatikan dia mewarnai gambar.

S : “Asha, mulai belajar dong nak, mewarnai-nya kalo’ bisa jangan keluar garisnya… Ini lho, kan bebeknya kaki-nya cuma sampe’ sini nih, Sha…” sambil menunjuk batas kaki bebek di gambar.

A : *tetap mewarnai*

S : “Asha, belajar jangan keluar garis yaa, nak. Biar nanti kalo’ ada lomba, bisa dapet hadiah. Kan gambarnya bagus…” sambil keukeuh sumekeuh berusaha memotivasi dia supaya bisa disiplin mewarnainya.

A : “Ndak pa-pa ma.. ndak pa-pa… gini ajah. Nanti Asha ajah yang beli hadiahnya sendiri.”

S : *bengong*

S.O.S !!

Posted in Asha, Daily | Tagged , , , | 1 Comment

Asha & Hapalan

Sebagai orang tua, tiwi berusaha sebisa mungkin tidak membuat target muluk-muluk untuk asha, selain mengharapkan dia bertumbuh menjadi anak yang sholehah, yang sehat, yang cerdas, yang bermanfaat bagi sesamanya, dan nggak akan pernah menjadi pribadi yang merusak dirinya sendiri maupun orang lain.
(kadang mengucap sih, nantinya asha akan jadi dokter… :p tapi itu bukan target buat asha kok, melainkan cambuk buat kami sebagai orang tua untuk mencari uang lebih giat :p kedokteran kan mahal tho…)

Sepertinya itu saja sudah akan membuat hidup tiwi berkualitas, dan puas karena menurut tiwi itu adalah sebuah kesuksesan sebagai orang tua yang dititipkan amanah oleh Allah.

Tapi Sabtu kemarin, asha sudah memberikan “bonus” bangga kepada kami sebagai orang tuanya. Apalagi bagi tiwi, yang masih “setengah-setengah” menjalankan fitrah sebagai pendidik utama-nya.

Iyaa.. di sekolah-nya ada perlombaan menyambut Tahun Baru Hijriyah. Dan untuk kelas KB, lombanya adalah hapalan 3 doa pendek; Doa mau makan, doa untuk kedua orang tua, dan doa mau belajar.
Tiwi nggak terpikir lomba ini akan menjadi lomba yang serius, karena memang tidak dibilang dalam rangka apa. Makanya nggak ada persiapan khusus menyiapkan asha.

Tapi ternyata penilaiannya dilakukan oleh Kepala Sekolah, beberapa guru dan perwakilan POMG. Tiap anak dipanggl maju ke depan kelas, dan melafalkan doa-doa tersebut. Pake’ gaya tangan diangkat seakan sedang berdo’a.
Kaya’nya kalo’ tiwi yang disuruh lomba waktu TK, udah nangis terbirit-birit tuh… :D

Whuaaa… dan Alhamdulillah asha lancar melafalkan doa-doa tersebut. Karena memang sudah dibiasakan di rumah, walaupun tidak sedang ada event lomba… :-)
Ketika sedang bermain, ketika sedang makan, ketika mau tidur, bahkan ketika sedang loncat-loncatan, diusahakan selalu diselingi dengan hapalan-hapalan maupun pola bermain edukatif yang merangsang asha untuk berpikir logis maupun mengingat. Namanya anak kecil, kemampuan fokusnya memang katanya kan harus dilatih sejak dini tho…?!

Alhamdulillah, bonus achievement di Sabtu, 30 Januari 2010 dari asha, menjadi Juara ke-2 di kelas KB untuk Lomba Hapalan Doa-doa pendek.. :-)
Thank you, kiddo… we’re so proud of you !!
*dan parahnya, asha-nya ekspresinya datar saja tuh pas menerima hadiah !! Padahal emaknya yang motret udah mau menetes air matanya =))*

PS :
Tapi insya Allah tetap, tiwi janji tetap nggak akan membebani asha dengan target-target muluk sampai dia mengerti sendiri bahwa terkadang dalam hidup, kita harus berkompetisi… :-)
Toh dari kecil juga tiwi dibesarkan dengan model seperti itu… tidak mengenal jadwal tetap keseharian untuk belajar, tidak pernah diwajibkan untuk menjadi ranking berapa… :D Alhamdulillah, baik-baik saja kan hasilnya… :p

Posted in Asha, Family | Tagged , , , , , | Leave a comment

Keputusannya…

Sebagai seorang perempuan yang sudah memiliki amanah dari Allah untuk dibesarkan, dididik menjadi seorang manusia yang berbudi baik,  tetapi masih bekerja di luar rumah, kadang membuat orang di sekitar (dan kadang malah diri sendiri) bertanya-tanya… apa sih yang sebenarnya menjadi prioritas tiwi dalam hidup ? :-)

Tiwi baru saja mengambil sebuah keputusan. Lumayan membuat pusing.
Jangan ditanya “maju mundurnya” hasil berpikir, perang batin yang harus dihadapi, fiuhhhh… sulit memang.
Tetapi mengambil keputusan, dari sebuah proses yang panjang, dan dengan tidak hanya memikirkan diri sendiri, ternyata memang lebih memuaskan.

It might be true that an opportunity never knocks twice at any man’s door. Tapi yang namanya “human life cycle” juga nggak pernah mengenal kata “can be rolled-back” kan ?

Mudah-mudahan dengan membuat satu keputusan seperti ini, merupakan langkah awal dalam membuat keputusan besar seperti mama 31 tahun lalu…

Yang jelas, selalu ada hikmah di setiap kejadian.
Dan kejadian kemarin, membuat tiwi semakin melihat dengan jelas, apa yang sebenarnya menjadi prioritas tiwi sekarang ini…
And i love knowing that my priority is still, and i am sure will always be, my kiddo !

A decision has been made. Bismillah.

PS :
For someone in that cubicle, kalo’ kata Ronan :  you say it best, when you say nothing at all… :-)
Btw, thank you yaa…

Posted in A Thought, Asha, Family | Tagged , , | 4 Comments

Kolam

Sekarang kalo’ bangun tidur pagi-pagi, ada rutinitas baru setelah keluar kamar… Nongkrong di teras belakang, sambil ngedengerin suara air, sama ngeliatin ikan yang pada mondar-mandir… It’s one of the best way for starting the day.
Kek jagoan kung-fu yang lagi meditasi :D

‘Ma kasih, Pak Pon…
‘Ma kasih, mas… Rumah tumbuh kita sudah nambah lagi asesorisnya sekarang :D

“Sha, kolam-nya sudah jadi, nak ! tapi itu kolam ikan, bukan kolam kamu” :p

kolam ikan asha

Posted in Family, Rumah | Tagged , , , , , | 1 Comment

Ingin Dikenang Seperti Apa ?

Sudah mau tahun baru lagi…
Biasanya kalo’ mau tahun baru, banyak orang, banyak media yang mengenang dengan cara mengulas kejadian-kejadian yang sudah lalu.

Bicara tentang mengenang, saya semalam tersenyum sambil membaca buku Bara Patiradjawane yang membicarakan kenangan dia tentang neneknya. Tentang kegemaran sang nenek memasak, kegemaran sang nenek mengumpulkan buku-buku resep yang kemudian menurun utuh ke dirinya. Diceritakan olehnya dalam satu tulisan kolom yang menyenangkan untuk dibaca.

Pagi ini, seperti biasa juga dibuka dengan membaca Kompasiana. Membaca artikel Bapak Chappy Hakim, ditulis juga tentang kenangan atas sang ayah yang diingat olehnya, dan oleh sahabat almarhum.

Tiwi sendiri, kalau sedang melamun, suka mengenang masa kecil dimana mama selalu menyambut kami pulang sekolah dengan masakannya yang berganti-ganti, membuatkan kami camilan-camilan sehat untuk “tea time” di sore hari atau saat ada teman-teman yang datang untuk belajar bersama di rumah; mengenang saat-saat kebersamaan kami malam hari mendiskusikan PR yang diberikan di sekolah; mengenang piknik-piknik kami di banyak tempat yang selalu disempatkan oleh mama dan papa untuk tetirah…

Jadi terfikir…
Seperti apa nanti Asha dan adik-adiknya akan mengenang tiwi sebagai mama-nya.
Pengen deh, Asha mengenang saya sebagai mama-nya yang selalu menyempatkan membuatkan bekal sekolah dan makanan tiap hari-nya yang dia pilih sendiri di malam sebelumnya. Dengan menu favorit semacam nasi goreng dan muffin yang berulang kali diminta. Bahkan proses memilih menu dengan membawa buku-buku resep dan duduk di sofa pun, inginnya menjadi saat yang menyenangkan untuk dikenang oleh dia.

Atau mungkin, Asha akan mengenang kebersamaan kami di dapur saat mengocok kue dan bersama-sama rebutan adonan sisa adonan dari bowl dan buru-buru menjilatinya hingga celemotan di muka kami… Pasti menyenangkan dikenang untuk momen-momen seperti itu.

Mungkin juga dia akan mengenang kebiasaan kami tiap malam untuk bernyanyi sambil bertepuk tangan dan meloncat-loncat di tempat tidur, lalu ditutup dengan menghapalkan doa-doa dan surat-surat pendek atau membaca buku-buku ceritanya (dan bahkan kadang justru gambar di majalah tiwi yang dibahas oleh kami)…

Jika diberi umur panjang, kami mungkin akan bersama-sama melewati beberapa masa lagi dalam kehidupan di masa depan. Asha bertambah besar, tiwi bertambah tua.

Yang pasti, tiwi punya niat ingin dikenang oleh anak-anak saya sebagai, kalau kata film Sang Pemimpi : “orang tua juara satu di dunia”.

Bukan dengan barang-barang terbaik yang memang selalu tiwi dan erwin usahakan untuk bisa berikan kepada mereka, bukan dengan materi yang memang sedang kami siapkan dengan sungguh-sungguh untuk masa depannya;
Tapi dengan saat-saat istimewa dalam kehidupan kami, momen-momen yang kami bagi bersama, kebiasaan-kebiasaan yang cuma kami yang memilikinya….

asha dan adonan

ini asha, dan sisa adonan kue profesional pertama kami... :-)

Tiwi yakin, yang seperti itu akan lebih menyenangkan untuk dikenang. Sampai kapanpun.

Akhir Tahun 2009.
(Tulisan ini bukan resolusi untuk tahun depan. Tapi untuk selamanya.
Semoga.)

Posted in A Thought, Family, Personal | Tagged , , , | 2 Comments

Good Time !

kapal perang

kapal perang

Paling menyenangkan, kalau bisa sampai di rumah belum terlalu malam. Masih bisa menemani asha memainkan mainan “jaman dulu” ini…

Cuma mainan kaki lima dari perempatan UKI. Tapi benar-benar bisa membuat mata asha berbinar karena mendengar suara kapalnya yang khas “tok..tok..tok…”, dan melihat kepulan asap yang keluar dari cerobong-nya.

Harga Rp 5000 menjadi semakin terasa murah !!

Seperti kata kaleng wadahnya… it’s really a “Good Time” after a tiring 8.30-5.30…!

Posted in Asha, Daily | Tagged , , | Leave a comment