Celoteh Asha [1]

Whuah, 2 minggu hectic sama urusan kantor… Beneran kualat kaya’nya sama “kesempatan” yang nggak diambil kemarin… :-)

Tapi alhamdulillah, ada asha di rumah. Yang selalu bisa membuat lelah itu “menguap” kalo’ mendengar celoteh-celoteh dia… :-)

Tentang anak kecil peniru ulung tingkah laku orang-orang di sekitarnya, tiwi percaya banget !

[Scene 1]
Setting : Ruang main asha, sambil telepon ibu+bapak.

Asha [A] : “Uti, ke sini dong, Ti. Ke rumah asha… Ke Jakarta !”
Ibu [I] : “Yaaa… mau sha, tapi Uti kan gak punya uang…”
A : *panik melirik ke Rina, salah satu asisten teman bermainnya* “Na…na… pinjem uangnya, Na. Ayo, ambil Na. Kasih ke uti tuh, nggak punya uang. Kasian !” *sambil nyodorin tangan gaya minta uang*

Hahahaha…. Kalo’ ini, contoh nyata dari tiwi :D tiwi jarang punya cash di dompet. Jadi kalo’ weekend, tiwi suka pinjem uang ke Rina atau Bu Suhri… :D Mungkin asha sering mencuri dengar yaa..

Itu belum selesai. Karena ibu nggak kuat, dan terus ketawa, telepon di sana dikasih ke bapak. Meneruskan ngobrol sama asha…

Bapak [B] : “akung ini sha…”
A : “Akung, ke sini dong, kung… ke rumah asha !” *tetep memaksa, dikomporin bu Suhri sepertinya*
B : “Akung nggak punya uang juga, sha. Kan tadi uti dah bilang kan, ndak punya uang…”
A : “Yaaahh, gimana sih ?! Pada nggak punya uang. Jualin barang ajah lah, kung !!”
Semua orang : *ngejengkang*

Hahahaha….

Ini bener-bener meniru tiwi lagi. Bukan masalah jualin barang pas nggak punya uang yaa :p
Tapi kalo’ tiwi sedang ngobrol sama bu suhri dan rina, dan menyuruh mereka refreshing belanja-belanja ke pasar… kalo’ jawabannya “nggak punya uang”, tiwi selalu ngegodain gini : “halah, nggak punya uang mulu. itu barang-barang daripada numpuk mending dijual-jualin ajah tuh ! (koran, botol-botol, dll) uangnya dibuat jajan sana !”
Dan lagi-lagi, itu diserap sama asha =))

Menakjubkan yaa…
Alhamdulillah, kalo’ dari sisi yang baik-baik-nya (yang tadi kan sisi jailnya dia tuh !), asha sekarang sudah narik-narik sajadah setiap terdengar adzan. Bahkan saat tiwi masih di kantor… :-)
Biasanya cuma sholat jama’ah maghrib dan isya saja.

Saat mau tidur, sudah makin bertambah hapalan doa-doa pendeknya. Ditambah hadits-hadits pendek sekarang ini. Dan nama-nama malaikat dan Rasul… :-)

Mudah-mudahan jadi anak sholehah yaa, Nak. Anak cerdas. Anak yang membanggakan orang tuanya. Anak yang bermanfaat bagi sesama-nya. Dan yang paling penting, anak yang selalu dibimbing Allah dalam setiap langkah hidupnya. Amiiinn….

She is, indeed, my reason to live this life. Thank you kiddo.

This entry was posted in Asha, Daily. Bookmark the permalink.

One Response to Celoteh Asha [1]

  1. Renny says:

    ihihihih lama nggak nengokin sini update juga ternyata mbakk,huee makin pinter ajah si asha,makin kreatip kosakatanya ihihihihih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>