Asha Goes to (the real) School

Posted: October 21st, 2009 | Author: temanbaik | Filed under: Asha, Daily, Family | Tags: , | No Comments »

ashagoestoschool

“selamat belajar nak penuh semangat
rajinlah selalu tentu kau dapat
hormati gurumu sayangi teman
itulah tandanya kau murid budiman”


Rumah

Posted: October 13th, 2009 | Author: temanbaik | Filed under: A Thought, Personal | Tags: , , | No Comments »

Tiwi paling seneng dengan yang namanya quotes. Mau romantic quotes, wisdom, motivation, apa ajah lah… Berasa adem ajah kalo’ baca quotes.

Jaman-jaman SMA, bersama Dian sepulang sekolah, kami paling suka “menunggu” di Gramedia, atau Familia. Menunggu apa ?! Yaa menunggu jeda antara sekolah dengan les biasanya.

Dan di kedua tempat itu, biasanya kami hunting ke tempat-tempat kartu ucapan. Buat apa ? Untuk menghapalkan isi-isi kartu-nya Hallmark, dan kawan-kawannya itu. Ada yang isinya hanya sebatas quotes, ada yang puisi yg lumayan panjang…

Kan tertulis bahwa kita dilarang “menuliskan” atau “mengambil gambar” dari kartu-kartu itu… Tapi nggak ada yg melarang buat menghapal, tho ?! Hehehe…

Satu yang paling masih bisa Tiwi hapal sampai saat ini adalah puisi tentang “HOME”. Puisi ini panjang banget. Tiwi ingat, butuh beberapa kali bolak-balik ke tempat kartu untuk bisa hapal keseluruhan isi.

Niat yaa ?! Abis bagus banget… :D

Tadi pagi, berusaha menghapalkan lagi sampai bait terakhir, ternyata ada yang lupa-lupa… Sampai akhirnya penasaran dan minta tolong sama Google :p

Dan hasilnya ini :

What is a Home?

A home is a place
where you know you belong
A place to relax
while the world moves along

A home is a place
that you look at with pride
Loving each room
and people inside

A home is a place
where your heart feels at rest
A place filled with sunshine
and all you love best

Bagus yaa…
Konsep Tiwi tentang sebuah rumah, memang harus selalu seperti ini.
Ngangenin… selalu bikin penghuni-penghuninya pengen pulang terus…

(bersambung)


We’ll See…

Posted: August 31st, 2009 | Author: temanbaik | Filed under: A Thought, Personal | No Comments »

Siapa yang bilang bahwa menonton film hanya akan membuang-buang waktu dan uang untuk kesenangan sesaat… pasti mereka belum pernah memilih film yang benar untuk ditonton :D Hehehe…

Tiwi pribadi sangat-sangat suka menonton film, karena ada beberapa film yang memang bisa “memberikan” sesuatu…

Contohnya : Charlie Wilson’s War.

Selain yang berperan adalah 2 (dua) artis favorit, Tom Hanks dan Julia Roberts, ada potongan dialog yang bagus di dalam film itu :

Gust Avrakotos:
There’s a little boy and on his 14th birthday he gets a horse…
and everybody in the village says, “how wonderful. the boy got a horse”
And the Zen master says, “we’ll see.”
Two years later The boy falls off the horse, breaks his leg,
and everyone in the village says, “how terrible.”
And the Zen master says, “We’ll see.”
Then, a war breaks out and all the young men have to go off and fight…
except the boy can’t cause his legs all messed up.
and everybody in the village says, “How wonderful.”

Charlie Wilson:
Now the Zen master says, “We’ll see.”

Sealu ada hikmah di balik kejadian…
Dan setelah beberapa kejadian yang tidak begitu mengenakkan di rentang 6 bulan ini… I can only say to myself : “We’ll see…” :-)


Happy..happy !!

Posted: July 14th, 2009 | Author: temanbaik | Filed under: A Thought, Personal | No Comments »

Happy 33rd anniversary, Ma… Pa…

After experiencing a marriage by myself, it’s now a BIG, not just a WOW now to see you both can reach “33″ numbers in this holy institution…

Guess we still have to learn a lot to be just like what you both can have now…

Thank you, Ma, Pa, for being the best teachers ever !!

Happy wedding also for our cousin, Mia.

Barakallah to all of us.


Temanbaik

Posted: April 14th, 2009 | Author: temanbaik | Filed under: Daily, Personal | Tags: , , , | 2 Comments »

Gara-gara menemukan kembali archives blog lama yg dulu ada di blogspot maupun di pratiwi.net, sekarang ini kalau sedang “rada santai” di kantor tiwi ada kerjaan baru… Membaca kembali arsip-arsip itu. Menyenangkan.

Membuat tertawa sendiri kadang-kadang… Mengingat kembali masa-masa yg bener-bener sayang untuk dilupakan itu… (how i miss the old you…and the old me, also)

Satu hal yang masih mengganggu pikiran tiwi untuk segera dituliskan adalah, dari mana ide penamaan “TEMANBAIK” berasal…
Ini gara-gara suatu hari tiwi menyapa dg id YM! yang tidak biasa dipakai ke beberapa teman : temanbaik** tetapi tetap dikenali.
“Lhaaa kok elu tau ini gw, Li ?!”
“Yaa iyaa lah wi… siapa yg nggak kenal bahwa elu itu temanbaik ?!
*heh ?!*

Yay, jujur, pertama kali disadarkan bahwa citra “tiwi adalah temanbaik” yg ada di pikiran tiwi, kok kaya’nya narsis banget yaa… mengaku-ngaku bahwa tiwi adalah temanbaik ?! Padahal, yang boleh bilang bahwa tiwi adalah teman yang baik atau tidak kan justru teman-teman yaa… bukan tiwi sendiri… Hehehe… jujur, sekarang ini sedang memikirkan nama baru untuk blog ini. Biar “image”-nya sesuai… Bleehh…

Temanbaik itu sebenarnya nama yg tiwi berikan kepada blog ke-2 tiwi sejak pertama kali membuat blog. Blog pertama namanya Dee, khas ABG yah, comes from Diary… :D

Kenapa “temanbaik” ? Yaaa karena untuk tiwi, blog adalah temanbaik tiwi. Teman sangat baik malah.

Yang mau mendengarkan segala keluh kesah, mendengarkan pisuhan, mendengarkan cerita-cerita bahagia, tanpa bersikap mendikte, menghakimi, atau apapun yg bisa didapatkan jika kita cerita kepada manusia, mau itu berstatus sahabat, teman, adik, apapun itu. Iya tho ?

Ada kalanya kita hanya mau bercerita kan ?! Bukan untuk dikomentari…

Untuk tiwi, menceritakan apapun yg ada di pikiran ke blog adalah sesuatu yg menyenangkan.
Tipe seperti tiwi yang kalo’ udah ngerasa bersalah ke orang laen bakal bisa tersiksa banget, sangat-sangat memberdayakan apa yang disebut dengan diary, jurnal, blog atau apapun media untuk curhat itu. Selama dia benda mati.
Toh, dia tidak akan ambil pusing terhadap keluh kesah kita kan ?! Nggak akan menambahkan pikiran di kepalanya. Tidak akan “memalak” juga saat kita berbagi cerita gembira… Hahahaha….

Coba kalo’ kita curhat ke manusia, dan menambah-nambah pemikiran dia… apa nggak ngebebanin namanya !? Dosa kan namanya membebani hidup orang laen…

Tapi bener-bener deh, membayangkan bahwa nama blog bisa menjadi “brand” atau “image” terhadap personal tiwi, nggak pernah ada di benak tiwi sejak saat pemberian nama. 
Kalo’ sudah dibayangkan mah, bakal tiwi namakan dengan yang lebih menjual kali, biar kaya’ “Nautica” atau “Toyota” atau apalah yang hingga sudah sangat melekatnya, bisa tiwi manfaatkan untuk membuat merchandise atau barang lainnya yang bisa dijual dengan nama yang sama.
Lumayan kan… nggak harus membangun “branding” lagi sejak awal… ;-)

Jadi, sekarang ini, untuk menghindari kesan narsistis, kaya’nya tiwi harus semedi untuk memikirkan nama baru untuk blog ini…
Ada masukan ?!

PS : i mean it when i said that i miss the old you…


When Miracle Comes…

Posted: March 30th, 2009 | Author: temanbaik | Filed under: Personal | Tags: , , | No Comments »

Fiuuhhh…

Punya pengalaman buruk dengan hosting-nya Singcat yg sudah menghilangkan blog http://temanbaik.pratiwi.net selama nyaris 1 tahun lebih… Tiwi agak malas-malasan meng-update blog sekarang-sekarang ini… Buat apa ditulis, toh nanti juga hilang lagi palingan. Hanya gara-gara masalah sepele !

Malam ini, di tengah kegelisahan tidak bisa tidur, keisengan tiwi ngoprek blog lagi membuahkan kejutan menyenangkan !!

My old blog is back !! Alhamdulillah…
Hampir semua entry sejak 2004 masih bisa dibaca-baca lagi…
Banyak kebahagiaan, kejujuran, keceriaan dan juga kesedihan yg bisa dibaca di sana.

Psssttt… tiwi mau melanjutkan baca dulu yaa…
Di : http://temanbaiktiwi.blogspot.com/
(temanbaik.blogspot.com-nya sudah dimiliki orang lain :D )

Enjoy !!


A Thought : Jodoh

Posted: January 16th, 2009 | Author: temanbaik | Filed under: A Thought, Personal | Tags: , , | 2 Comments »

Coba deh, direnungkan beberapa obrolan berikut :

Scene 1 :

A : “Duuhhhh gw bingung ama sepupu gw itu… suami istri kok bisa sama plek gitu. Dua-duanya perhitungan banget kalo’ mo beli apa-apa. Semua dipikirin mateng-mateng dulu.
Keren banget… jadi bisa nabung kan…! Gak kaya’ gw ama laki gw, dua-duanya boros, gak bisa liat duit dikit, langsung foya-foya….”

B : “Yaaa itulah yg namanya berjodoh… kek orang kembar !!”

Scene 2 :

A : “Duh… gw bingung nih caranya ngatur pengeluaran… Perasaan abis-abisan melulu tiap bulan !” [status : single]
B : “Makanya buruan nikah… enak tuw punya istri kek bini gw. Secara gw boros gini, dia bisa ajah tuw nyimpen-nyimpen uang buat beli yang penting-penting… Jadi deh gw bisa punya rumah…”
A : “Gitu yah ? Emang bener mesti buru-buru nikah yaa… Biar ada yg bisa ngimbangin. Katanya orang-orang  kan emang gitu, kalo’ jodoh, biasanya saling ngelengkapin. Yang satu boros… yang satu lagi pinter banget berhemat…”

Moral of the story :
Gak ada benang merahnya untuk mendefinisikan siapa yg seharusnya menjadi jodoh kita.
Teteeeuuppp, Jodoh itu Rahasia Allah.
Berdo’alah selalu yang terbaik untuk kita…. dan sang jodoh yang telah dipilih oleh-Nya…

- dedicated to cah gemblung 2 di gatot subroto -
*tulisan ini terpikir pas di motor, saat ujan tadi pagi. mo ngobrol ama erwin gak kedengeran, mo nyanyi-nyanyi udah keabisan lagu… akhirnya BENGONG !! bwekekekekke


Australia : Love It !!

Posted: December 31st, 2008 | Author: temanbaik | Filed under: Daily, Family, Personal | Tags: , , | 3 Comments »

AustraliaHmmm, tadinya postingan ini mau diberi judul “Film Review : Australia”. Tapi kok kaya’nya terlalu berat yaa… Secara, tiwi nggak mungkin banget ngebuat review tentang film. Lhaaa, untuk menuliskan review, menurut tiwi, kita-nya harus menguasai latar belakangnya kenapa film ini dibuat, tujuannya apa, proses pemilihan karakter, dll. Waduhhh… Tiwi mah nggak se-detail itu tentang film. Biar erwin ajah ntar yg review lengkap yah… :D

Bagian tiwi mah menceritakan bagian yang tiwi suka dan nggak suka ajah yaa… My personal opinion only.

Sedikit detail tentang film Australia :

Jenis Film : Drama
Pemain : Nicole Kidman, Huge Jackman, David Wenham, Bryan Brown, Jack Thompson David Gulpolil
Sutradara : Baz Luhrmann
Penulis : Baz Luhrmann, Stuart Beattie, Ronald Harwood
Produser :Baz Luhrmann, Catherine Knapman, G. Mac Brown
Produksi : Twentieth Century Fox
Homepage : http://www.australiamovie.com/
Durasi : 185 Min

===================================================================

Pertama liat siapa yang jadi pemainnya di www.21cineplex.com, tiwi sudah meniatkan untuk mengajak Erwin menonton film ini. Feeling tiwi tentang kombinasi Nicole Kidman dan Hugh Jackman kok kaya’nya enak buat ditonton yaa… Dan ternyata Erwin memang menunggu-nunggu film ini. Yaahh… dia kan emang suka sama film serius macem gini… :p

Sedikit trauma sebenarnya untuk menonton film di bioskop akhir-akhir ini, setelah dikecewakan Twilight dan Transporter 3 yg nggak sesuai dengan prediksi. Tapi kombinasi pemain tadi yg menguatkan niat. Gpp lah kalo’ jelek pun, toh dua-duanya enak diliat… :D

Resensi di Kompas Minggu sebenarnya agak menyurutkan keinginan untuk menonton di bioskop. Soalnya kalo’ kata Kompas, nggak sesuai dengan yg diharapkan… Agak keteteran, dan kesannya nggak komplit.

Yaaa, mungkin yg diharapkan kritikus film yaa… bukan harapan seorang penonton film murni macam tiwi ini. Buat tiwi, selama film itu menghibur dan nggak memaksa berpikir banyak, film itu bagus deh !! (Yaaa iyaaa lah… film dan game adalah hiburan. Sesuai namanya, yaa harus menghibur, mosok malah nyusahin… :p)

Film ini berdurasi cukup panjang. Makanya, dr mulai memutuskan nonton, harus atur strategi se-ciamik mungkin. Tadinya mau nonton kemarin Senin. Tp ternyata tepar setelah menghadiri 2 undangan :D nggak ada yg bergerak dr bangun siang…

Akhirnya diputuskan hari ini. Tapi lagi-lagi terkendala jadwal putar. Jelek-jelek banget !!
Kalo’ jadwalnya bagus, letak bioskopnya jauh dr rumah… Kalo’ yg sejalan dengan jalur pulang, pasti diputarnya di jam kantor, atau malah malam banget. Huhuhu… kan kasian asha kelamaan ditinggal. Alhamdulillah, ternyata ada jadwal yg rada sore, rada muter memang untuk menuju ke sana, tp tetep udah deket dr rumah. Berangkatlah ke Bekasi… :p Sampai tepat waktu.
Inget lagi, film durasi panjang, jangan lupa beli snack ! :D

Film dibuka dengan beberapa trailer film Indonesia yg nggak banget deh… Plus, ternyata studio-nya lumayan penuh. Sama ABG. Termasuk sepasang yg duduk di sebelah tiwi.
Huhuhuhu… nih ABG pada sadar gak yaa mau nonton tipe film yg kaya’ apa. Bukan underestimate atau gimana-gimana, tapi untuk jenis film berat kaya’ gini, tiwi trauma dengan pengalaman nonton “GIE” dulu (duh… blognya udah keapus sama hostingan yg lama siihhh :-( )
Dan ternyata emang bener lho, kejadian lagi… Komentar-komentarnya nggak penting, dan kenceng-kenceng… hiks…

Buat tiwi, durasi 2,5 jam yg disuguhkan oleh film ini bener-bener berjalan mengalir… nggak terlalu lambat, nggak terlalu cepat. Pas !! Enak ajah nonton-nya. Posisi duduk jg mendukung sih… Relaks banget tadi itu menikmati ceritanya.
Dari awal film dimulai, tiwi terhibur oleh aksen yg disuguhkan karakter-karakter, Misses Boss, Drover, dan Nullah… Unik banget ! Enak dengernya…
Dan oleh film ini emosi tiwi bener-bener berhasil dimainin. Jujur, tiwi nggak berharap film ini bakalan berakhir dengan happy ending. Resensi di Kompas nggak “menggiring” kita berpikir ke arah sana… Makanya, sampai akhir, tiwi beneran yg deg-deg-an sendiri. Hehehehe…
Karena film ini disuguhkan dengan cara bercerita, menurut tiwi, gaya membawakan apa yg terjadi di Faraway Downs benar-benar membuat kita serasa diajak merasakan…
Di 2 (dua) film asing terakhir yg tiwi tonton (Twilight dan Transporter 3), romance scene disuguhkan dengan cara yg “kurang penting” dan mengada-ada banget. Dan itu yg benar-benar bikin tiwi trauma. Tetapi di Australia, romance scene dibawakan dengan sangat artistik dan dewasa. Nggak murahan deh kata yg tepatnya kali yaa…
Setting-nya juga enak buat ditonton. Seperti Australia yg selama ini dilihat di buku-buku. (Tiwi emang tergila-gila sama Australia sejak SMA, makanya banyak bgt buku-buku tentang alam Australia…) Bikin Erwin sepanjang film menengok dan tanya, “Kamu mau pergi ke sana ?”
Jaahh… itu mah pertanyaan retoris banget deh mas… :p (nggak romantis yak tanggapannya ? Hekekeke…)

Sebenarnya, untuk cerita, mungkin nggak terlalu menampilkan sesuatu yg baru untuk jenis film-film seperti ini. Mungkin kalau dari awal tiwi sudah tau bakal Happy Ending, Tiwi juga nggak bakal se”excited”ini dengan Australia.
Tetapi karena di ujungnya mendapatkan sesuatu yg beda, makanya tiwi suka banget sama film ini. Bahkan sampai meniatkan menontonnya sekali lagi !! Hehehehe…
Buat menutup tahun 2008, Recommended deh nilainya…


Akhirnya Memilih…. Axioo Pico !! =))

Posted: December 17th, 2008 | Author: temanbaik | Filed under: Daily, Personal | Tags: , , , | 28 Comments »

Fiuuhhh... setelah berbulan-bulan melakukan survey, membanding-bandingkan (sampe’ yg dimintai pendapat berkomentar : “Aaahhh tanya mulu loe, kapan belinya sih ?!” Hahahaha… maklum, keinginan besar tenaga kurang yaa gini ini… :p), dan berpikir “Beneran butuh apa nggak yaa…” akhirnya, dieksekusi juga kemarin malam :D

Yups, alhamdulillah, akhirnya jadi milik juga nih si imut Axioo Pico type DJM :D
Putih, masih bersih, dan yg penting 10″.

Kenapa sih beneran pengen banget ganti ke Axioo Pico ?!

Duh… sebenernya sih nggak kepengen-kepengen banget tuker ke Axioo Pico. Bukan, bukan karena lagi trend netbook kok. Tiwi bukan tipe orang yg ikut-ikutan trend seperti itu. Kalo’ alasan trend doang sih, mendingan juga beli Blackberry kali…

Jagoan lama dulu sebenarnya sudah cukup banget untuk dijadikan partner kerja dan belajar yg powerful. 12″ dan bener-bener manis dilihat… (sampe’ tiwi nggak tabah untuk memajang fotonya di sini karena takut teringat terus…)

Tapi, mungkin karena faktor usia juga, dan faktor pernah di-epidural di punggung, jadi kalo’ harus membawa beban berat setiap harinya (40 km PP) dengan berkendara motor, pasti terasa agak-agak nyeri di punggung.
“Punya mobil kan ? Kenapa gak naek mobil ajah emang setiap harinya ?”
Wah, kalo’ bawa mobil setiap hari, kaya’nya bukan sakit punggung lagi tarohannya… Mungkin sakit kejiwaan tuw nanti lama-lama… :p Macet jee…

“Lhaaa emang kenapa harus ngebawa notebook setiap hari ke kantor ?”
Waduuhh… emang sih ini notebook ini property pribadi. Alasan kenapa harus dibawa ke kantor, Tiwi butuh bantuan penjelasan dari teman-teman yg pernah ngerasain koneksi internet dengan jatah bandwidth 2MB di kantornya nih…
Wew, itu yg namanya file lagu-lagu, mau langsung didownload satu album langsung juga bisa selesai dalam benerapa menit. Belum lagi film-film…. Huduuww…
Pokoknya surga buat netter deh…

Lhaaa pas pindah kantor, hal seperti itu kan jadi mahal banget. Yaaa ngerti sih, kan sekarang kerja di kantor yang jadi penyewa bandwidth, bukan di provider lagi.
Yaa resiko deh, segala-segala dibatasi. Makanya butuh bawa notebook sendiri… (Plus datacard modem dengan koneksi unlimited dong yaa…)
Tiwi kan juga masih butuh belajar, masih butuh silaturahmi, masih butuh banyak hal deh dari internet…
Masih banyak mimpi tiwi yg berkaitan dengan dunia IT dan internet yg belum terwujud. Do’ain yaa…

“Trus kenapa Axioo ?”
Sebenernya banyak kok incaran-nya… Dari mulai Lenovo S10, S9, Acer Aspire, Dell, dll. Tapi kan tetap harus realistis :D wong budget juga cuma seuprit. Disesuaikan lah akhirnya dengan hasil lego jagoan lama… (baik-baik yaa di pemilik baru kamu !)
Setelah baca-baca review banyak netbook, apalagi setelah menemukan link ini, bulat deh keputusan untuk membeli Axioo Pico.
Alasan utama : Bisa ngejalanin Photoshop !! Hahahaha…
Blogger’s most wanted weapon :D

Itu juga mutusinnya sebenernya udah lama. Tapi Alhamdulillah proses berpikir dan kesabarannya membuahkan hasil.
Minggu ini Axioo melakukan promosi turun harga buat tipe DJM. Cuci gudang kali yaa…
Langsung deh, ekseskusi. Beda 1 juta jee… Kapan lagi kan.

Untuk spek lengkap Axioo (kali-kali ajah ada yg tertarik juga) bisa dibaca di link ini yaa… Plus pembahasan secara teknis kekurangan dan kelebihannya.
Kalo’ tiwi sih baru hari ini megangnya, jadi reviewnya belum bisa banyak-banyak.
Selain komentar : “Uhuuuyy…. bisa nengokin ladang kapanpun juga nih sekarang…”
Hahahaha….

Wishlist untuk Jagoan Kecil ini :
1. Softcase
2. Tambahan Memory
3. Batere 6 cell
4. …. (ditambahin setelah mengalami apa lagi yg kira-kira dibutuhin yaa..)


Secuil Cerita Tentang Telepon Rumah (2)

Posted: November 29th, 2008 | Author: temanbaik | Filed under: A Thought, Personal | Tags: , , | 3 Comments »

Menyambung entry sebelumnya, ada latar belakang unik juga kenapa buat tiwi mendapatkan telepon rumah itu adalah sebuah kemewahan… (selain karena haru menempuh prosesnya yg ribet yaa…)

Dulu, sejak pindah ke Pondok Gede di tahun 1983, hingga tiwi lulus SD, rumah kami belum dilewati tiang telepon milik TELKOM. Boro-boro dilewati tiang TELKOM yaa, wong mesin giling ajah kaya’nya baru menginjak Pondok Gede tuh sekitar tiwi SD deh… Dulu jalanannya rusak banget deh !!

Nah, yang paling tiwi ingat, karena rumah kami yg sangat jauh itu (jaman dulu yaa :p), kalo’ papa dan mama ingin memanjakan kami dengan berbelanja di Ratu Plaza (duuhhh… dulu itu Ratu Plaza udah keren banget deh kaya’nya) atau ke Melawai-Blok M, kami pasti janjian melalui telepon umum. Telepon papa siang-siang, untuk konfirmasi kami jadi atau tidak ke kota… (iyaaa kantor papa kan di daerah Thamrin, kota tho !?). Saking seringnya diajak mama telepon melalui telepon umum koin yg sistem putar itu lho.. hingga sekarang nomor telepon kantor papa itu tercantol di kepala, 333-409 ! Hanya 6 digit saja…

Ada pengalaman paling mengharukan juga buat kami. Saat mama menunaikan ibadah haji di tahun 1992, atau saat itu tiwi sudah kelas 2 SMP. Dan tetap, rumah kami belum dilewati jaringan TELKOM ! Bor-boro kenal teknologi handphone seperti sekarang yaa, telepon rumah aja belum ada… Kasian yaa…
Jadi, kalo’ mama sedang kangen ingin mendengar suara anak-anaknya, mama telepon papa di kantor sebelum weekend untuk janjian. Naahh… di hari Sabtu atau Minggu yang disepakati, kami ke rumah uwa atau mbah di Pasar Minggu untuk menunggu telepon dari mama. Bayangin, ribet sekali dunia jaman dulu yaa…

Tapi kisah paling menyedihkan yang bisa tiwi ingat tentang telepon rumah adalah, saat tiwi kelas 6 SD. Ada kejadian kriminal yg menimpa tetangga persis sebelah rumah tiwi. Keluarga itu sudah seperti keluarga bagi kami. Saat musibah itu terjadi, siang-siang mama menjadi orang ke-dua yang tau. Bayangkan, perumahan tempat kami tinggal adalah perumahan kantor, yg isinya hanya anak-anak dan ibu-ibu saja di siang hari (iyaa saat itu, kalo’ sekarang malah isinya banyak bapak-bapaknya.. :D ), ditimpa peristiwa kriminal. Yang pernah kebayang saja oleh kami bakal kejadian ajah sepertinya nggak !

Hal pertama yg mama lakukan saat itu adalah mencari telepon terdekat untuk memberi tahukan kabar itu kepada suami tetangga kami tersebut di kantor. Tahu apa yg mama lakukan ? Mama berlari sekitar 2 km menuju toko material terdekat, yg merupakan tempat terdekat yg bisa ditemui yg memiliki telepon untuk dipinjam. Baru sadar setelah memutuskan hubungan dan memberitakannya, ternyata selama berlari, mama tidak memakai alas kaki !! Masya Allah

Mbah uti di Malang meninggal dikabarkan melalui sepupu papa di Tebet, tiwi kelas 6 SD. Mbah akung di Malang meninggal dikabarkan melalui rumah mbah di Pasar Minggu sewaktu tiwi SMP….
Nggak heran sewaktu dikabarkan jaringan TELKOM masuk ke komplek kami (tiwi malah lupa detailnya tahun berapa), antriannya benar-benar menggila di loket… Sepertinya hari ini semua bapak-bapaknya ijin tidak masuk kerja :D

Mungkin cerita-cerita itu juga yg mendorong tiwi masuk ke dunia telekomunikasi yaa… :p
(Yaaa… nggak lah… wong masuk Teknik Elektro-nya saja nggak direncanakan :D )

-selesai-