Posted: June 5th, 2008 | Author: temanbaik | Filed under: Daily, Personal | Tags: kucing, pets | 3 Comments »
Seminggu.
Waktu yg diberikan oleh Shiro kepada keluargaku untuk memelihara dia.
Dengan kasih sayang, dengan omelan-omelan (karena dia jarang mau makan dan minum susu), dengan pertengkaran (karena suami yang nggak suka dengan makhluk yang satu itu !)
Ditemukan mama dengan kondisi sangat mengenaskan…
Kulit yang terkelupas, ekos yang nyaris putus, daging kaki yang tersayat…
Langkah jalannya yang gemetar…
Semalaman merintih, tertindih tong sampah yang penuh dan berkarat. Pekerjaan anak-anak kecil kampung sebelah komplek kami…
Shiro. Nama yang diberikan mama. Karena kulitnya yang putih. Apalagi, saat sudah dibasuh dengan tissue basah milik Asha. Putih, sempurna.
Weekend yang lalu, dihabiskan oleh Tiwi dan adik-adik membersihkan lukanya.
Dengan alkohol, merendamnya bagian kaki dan pantatnya dengan Betadine. Membuat dia meronta-ronta kesakitan sepertinya.
Kalo’ tiwi bilang, dia menderita alzheimer 
Kalo’ pengasuh Asha lebih pintar sepertinya, katanya, mungkin tetanus… Makanya seluruh badannya selalu gemetar…
Setelah diobati, dia tidur dengan nyenyak di atas karung semen di taman kami yang terik, dan di sore harinya sudah bisa makan dengan lahap. Whiskas, yang dibelikan oleh tanti. “Ada sistem immunitasnya, katanya. Biar Shiro cepat sembuh.” Tidak mau yang lain.
Bahkan makanan Asha maupun susunya.
Manja sekali kamu, Shiro…
Seminggu bersama Shiro, tiwi seakan bisa merasakan perasaan orang tua yang anaknya sedang berjuang di inkubator, atau berjuang di rumah sakit…
Setiap pulang kantor, rasanya deg-degan jika harus mendengar kabar bahwa Shiro tidak mampu bertahan. Walaupun melihat usaha dia selama ini, kami yakin, dia adalah makhluk kecil yang tangguh.
Senang rasanya kalau ketika pulang, masih bisa mendengar suaranya. Nyaring. Mencari perhatian…
Asha pun bisa menandai keberadaan Shiro.
Jika ditanya, “Sha, meong…meong…”
Yang biasanya dia membalas dengan : “Pus…pus…”
sekarang dia akan menyahut, “Shiyyyoooooooo…”
Siang ini, saat akan pergi makan siang. Ada berita mengejutkan. Shiro meninggal.
Tadinya tiwi stress, karena dari kemarin persediaan Whiskas dia habis, dan semalam tiwi lupa membelikan. Tiwi takut, dia mati karena kelaparan…
Tapi kata mama, dia mati dengan cara lain. Keserempet mobil kami. Saat Asha minta main mobil di halaman bersama papanya.
Shiro meninggal.
Meninggalkan kami semua… Dengan luka yang masih ada di badan dia, dan luka yang tiba-tiba ada di perasaan kami.
Selamat jalan, Shiro. Sobat kecil kami yang tangguh.
Posted: July 10th, 2007 | Author: temanbaik | Filed under: Daily, Personal | No Comments »
07 07 07 – Officially moved to our own new home…
05 07 07 Asha pertama kali kedeteksi benar-benar anak Jawa. Suka jamu !! Gee… superb, kiddo !!
Alhamdulillah…
Posted: March 9th, 2007 | Author: temanbaik | Filed under: Daily, Personal | 4 Comments »
“Kamu berubah… jadi lebih kasar sejak pindah kantor. Sepertinya, bener-bener harus cepat resign nih…”
Kaget, jujur. Kenapa kata-kata itu bisa keluar dari seorang Erwin ?
Sebagai suami, Erwin jarang sekali protes tentang yang berkenaan dengan pribadi Tiwi. Lhaa wong dia ngejar-ngejar aku karena kepribadiannya kok… iyah kan mas ?! (sadar diri gak mungkin karena fisik soalnyah =)) )
Kecuali, masalah keseharian seperti mandi, masak, dll. Hehehe… iyaa, kebiasaan jadi anak yang jarang keluar rumah, buat Tiwi, mandi tercepat itu nanti, sewaktu harus sholat Dzuhur. Kalo’ untuk Erwin, mandi pagi itu yaa bener-bener pagi. Setelah bangun tidur. Kalau bisa, sebelum sholat Subuh. Iiihhh… kan masih dingin mas… Ntar juga keringetan lagi pastinya… :p
Tiwi berubah yaa ?
Sepertinya Tiwi memang jarang melakukan interospeksi lagi akhir-akhir ini. Bukan… bukan karena ada Asha. Tiwi nggak mau anak semanis itu dijadikan alasan. Kalaupun Tiwi mau, seharusnya setelah Asha tidur, Tiwi bisa melakukan hal itu, kan ?!
Tapi sepertinya, setiap malam tuh yang Tiwi pengen cuma cepat tidur juga, dan berharap semua hari itu adalah hari Sabtu atau Minggu. Sehingga Tiwi tidak harus menghadapi kondisi kerja sangat…sangat…sangat melelahkan.
Perusahaan Tiwi yang sekarang adalah perusahaan baru. Benar-benar baru berdiri. Segalanya serba gonjang-ganjing. Hanya yang bermental keras dan ber-pribadi yang keras, yang bisa bertahan sepertinya. Dimana pisuhan dan pressure tingkat tinggi adalah sesuatu yang berlaku setiap harinya. Orang-orangnya juga kebanyakan orang-orang baru yang dituntut harus mampu belajar secara cepat, tapi tentu harus tepat. Termasuk belajar beradaptasi. Tidak seperti kantor lama yang kebanyakan berasal dari lingkungan sama, yaitu STT Telkom, sehingga “bahasa batin” sepertinya juga bisa berlaku di sana.
Tiwi tidak hendak menyalahkan lingkungan dengan menulis ini semua. Toh atasanku juga pernah menyatakan merasakan hal yang sama. Tidak ada yang salah di sini…
Tiwi cuma sedang berusaha mengingatkan diri sendiri. Bahwa pribadi yang baik itu adalah pribadi yang dapat cepat membaur dengan lingkungan barunya, tetapi tetap berusaha untuk tidak lebur.
Tiwi seharusnya bisa dengan lincah menjadi bagian dari lingkungan yang sekarang ini, tetapi tidak lantas ikut-ikutan berubah menjadi “kasar” seperti kebanyakan.
Sepertinya, Tiwi juga mulai dituntut untuk benar-benar profesional. Memisahkan kehidupan kerja di kantor, dengan kondisi yang dibutuhkan di rumah. Seperti yang berlaku sebelumnya…
Setelah kembali membaca-baca postingan di blog lama, jujur, Tiwi seperti tidak mengenal diri yang sekarang. Dari gaya tulisannya, Tiwi dulu adalah orang yang bisa selalu mengambil hikmah dari peristiwa di sekeliling, mengolahnya, dan membaginya dengan cara yang menyenangkan. Dengan sangat keras berusaha pun, sepertinya hingga tulisan ini dibuat, Tiwi tetap belum bisa menemukan “gaya” itu kembali.
Well, looks like I miss the environment where people can still smile and laugh very much ! I miss those day, guys. This is the price I should pay for what the benefits i get, maybe…
Sam, sorry for the things I’ve done. Thank you for keep being my bestfriend. Teman yang selalu berani mengkritik jika memang ada yang kurang benar dalam laku dan kata. Introspeksi bareng yuk…
Love you, hun… :-*
PS :
Jadi kapan aku boleh beneran resign ??
)
Recent Comments