Posted: February 22nd, 2010 | Author: temanbaik | Filed under: Asha, Daily | Tags: Asha, financial, motivasi, parenting | 1 Comment »
Beberapa hari “tepar” di rumah, dihibur dengan tingkah laku dan kata-kata asha yang bikin geleng-geleng…
[Adegan 1]
Setting : ruang keluarga sore hari, asha di depan cash register, mainannya dan selembar kartu nama di tangannya.
A : “Mama… ini dibayan (read : r) dulu yah !” Sambil mengambil buku yang sedang tiwi baca, dan mendekatkan barcode scanner yang ada di cash register. “Beep…beep” bunyi-nya ketika tombol scan dipencet.
Saya : “Jadi berapa mbak semuanya ?”
A : “Tiga, ma… Dibayan-nya DIGESEK AJA yaa ma… Sini di-GESEK dulu sama asha yaa !” sembari tangan kanannya dengan lihai memegang kartu nama dan melakukan gerakan swipe di salah satu ruang di cash register !! Persis kasir-kasir di hypermarket atau toko buku…
S : *pingsan*
[Adegan 2]
Setting : ruang keluarga malam hari, asha sedang mewarnai gambar itik di kertas yang memang sudah diperbanyak untuk alat dia berlatih.
Saya memperhatikan dia mewarnai gambar.
S : “Asha, mulai belajar dong nak, mewarnai-nya kalo’ bisa jangan keluar garisnya… Ini lho, kan bebeknya kaki-nya cuma sampe’ sini nih, Sha…” sambil menunjuk batas kaki bebek di gambar.
A : *tetap mewarnai*
S : “Asha, belajar jangan keluar garis yaa, nak. Biar nanti kalo’ ada lomba, bisa dapet hadiah. Kan gambarnya bagus…” sambil keukeuh sumekeuh berusaha memotivasi dia supaya bisa disiplin mewarnainya.
A : “Ndak pa-pa ma.. ndak pa-pa… gini ajah. Nanti Asha ajah yang beli hadiahnya sendiri.”
S : *bengong*
S.O.S !!
Posted: February 3rd, 2010 | Author: temanbaik | Filed under: Asha, Family | Tags: al-marjan, Asha, doa, kb, lomba, parenting | No Comments »
Sebagai orang tua, tiwi berusaha sebisa mungkin tidak membuat target muluk-muluk untuk asha, selain mengharapkan dia bertumbuh menjadi anak yang sholehah, yang sehat, yang cerdas, yang bermanfaat bagi sesamanya, dan nggak akan pernah menjadi pribadi yang merusak dirinya sendiri maupun orang lain.
(kadang mengucap sih, nantinya ashaakan jadi dokter… :p tapi itu bukan target buat asha kok, melainkan cambuk buat kami sebagai orang tua untuk mencari uang lebih giat :p kedokteran kan mahal tho…)
Sepertinya itu saja sudah akan membuat hidup tiwi berkualitas, dan puas karena menurut tiwi itu adalah sebuah kesuksesan sebagai orang tua yang dititipkan amanah oleh Allah.
Tapi Sabtu kemarin, asha sudah memberikan “bonus” bangga kepada kami sebagai orang tuanya. Apalagi bagi tiwi, yang masih “setengah-setengah” menjalankan fitrah sebagai pendidik utama-nya.
Iyaa.. di sekolah-nya ada perlombaan menyambut Tahun Baru Hijriyah. Dan untuk kelas KB, lombanya adalah hapalan 3 doa pendek; Doa mau makan, doa untuk kedua orang tua, dan doa mau belajar.
Tiwi nggak terpikir lomba ini akan menjadi lomba yang serius, karena memang tidak dibilang dalam rangka apa. Makanya nggak ada persiapan khusus menyiapkan asha.
Tapi ternyata penilaiannya dilakukan oleh Kepala Sekolah, beberapa guru dan perwakilan POMG. Tiap anak dipanggl maju ke depan kelas, dan melafalkan doa-doa tersebut. Pake’ gaya tangan diangkat seakan sedang berdo’a.
Kaya’nya kalo’ tiwi yang disuruh lomba waktu TK, udah nangis terbirit-birit tuh…
Whuaaa… dan Alhamdulillah asha lancar melafalkan doa-doa tersebut. Karena memang sudah dibiasakan di rumah, walaupun tidak sedang ada event lomba… 
Ketika sedang bermain, ketika sedang makan, ketika mau tidur, bahkan ketika sedang loncat-loncatan, diusahakan selalu diselingi dengan hapalan-hapalan maupun pola bermain edukatif yang merangsang asha untuk berpikir logis maupun mengingat. Namanya anak kecil, kemampuan fokusnya memang katanya kan harus dilatih sejak dini tho…?!
Alhamdulillah, bonus achievement di Sabtu, 30 Januari 2010 dari asha, menjadi Juara ke-2 di kelas KB untuk Lomba Hapalan Doa-doa pendek.. 
Thank you, kiddo… we’re so proud of you !!
*dan parahnya, asha-nya ekspresinya datar saja tuh pas menerima hadiah !! Padahal emaknya yang motret udah mau menetes air matanya =))*
PS :
Tapi insya Allah tetap, tiwi janji tetap nggak akan membebani asha dengan target-target muluk sampai dia mengerti sendiri bahwa terkadang dalam hidup, kita harus berkompetisi… 
Toh dari kecil juga tiwi dibesarkan dengan model seperti itu… tidak mengenal jadwal tetap keseharian untuk belajar, tidak pernah diwajibkan untuk menjadi ranking berapa…
Alhamdulillah, baik-baik saja kan hasilnya… :p
Posted: January 25th, 2010 | Author: temanbaik | Filed under: A Thought, Asha, Family | Tags: anak, karir, prioritas | 3 Comments »
Sebagai seorang perempuan yang sudah memiliki amanah dari Allah untuk dibesarkan, dididik menjadi seorang manusia yang berbudi baik, tetapi masih bekerja di luar rumah, kadang membuat orang di sekitar (dan kadang malah diri sendiri) bertanya-tanya… apa sih yang sebenarnya menjadi prioritas tiwi dalam hidup ?
Tiwi baru saja mengambil sebuah keputusan. Lumayan membuat pusing.
Jangan ditanya “maju mundurnya” hasil berpikir, perang batin yang harus dihadapi, fiuhhhh… sulit memang.
Tetapi mengambil keputusan, dari sebuah proses yang panjang, dan dengan tidak hanya memikirkan diri sendiri, ternyata memang lebih memuaskan.
It might be true that an opportunity never knocks twice at any man’s door. Tapi yang namanya “human life cycle” juga nggak pernah mengenal kata “can be rolled-back” kan ?
Mudah-mudahan dengan membuat satu keputusan seperti ini, merupakan langkah awal dalam membuat keputusan besar seperti mama 31 tahun lalu…
Yang jelas, selalu ada hikmah di setiap kejadian.
Dan kejadian kemarin, membuat tiwi semakin melihat dengan jelas, apa yang sebenarnya menjadi prioritas tiwi sekarang ini…
And i love knowing that my priority is still, and i am sure will always be, my kiddo !
A decision has been made. Bismillah.
PS :
For someone in that cubicle, kalo’ kata Ronan : you say it best, when you say nothing at all… 
Btw, thank you yaa…
Posted: November 30th, 2009 | Author: temanbaik | Filed under: Asha, Daily | Tags: anak, Asha, mainan | No Comments »

kapal perang
Paling menyenangkan, kalau bisa sampai di rumah belum terlalu malam. Masih bisa menemani asha memainkan mainan “jaman dulu” ini…
Cuma mainan kaki lima dari perempatan UKI. Tapi benar-benar bisa membuat mata asha berbinar karena mendengar suara kapalnya yang khas “tok..tok..tok…”, dan melihat kepulan asap yang keluar dari cerobong-nya.
Harga Rp 5000 menjadi semakin terasa murah !!
Seperti kata kaleng wadahnya… it’s really a “Good Time” after a tiring 8.30-5.30…!
Posted: November 24th, 2009 | Author: temanbaik | Filed under: Asha, Family | Tags: al-marjan, Asha, celoteh, kelompok bermain | No Comments »
Mumpung fungsi blog belom dibatasi… dan memang penggunaannya terserah si empu-nya tho, yaa gpp kan tiwi menuliskan celoteh-celoteh Asha akhir-akhir ini supaya bisa didokumentasikan. Hekekeke…
Sayang banget celoteh-celoteh cerdas dari seorang anak kecil berusia 3 tahun ini kalo’ harus tercecer begitu saja…
1. Setting : Belajar Upacara di TK Al-Marjan 02
Guru [G] : “Nah.. sekarang, siapa yang hafal Pancasila ??”
Asha [A] : (tunjuk tangan di barisan) “Ashaaaaaaaa…” (asha memang tidak cadel dalam menyebut namanya menjadi “Aca” atau apalah… dari dulu dia selalu jelas menyebut “asha” dengan “sha” yang tebal
)
G : (tertawa sambil memandang seorang anak KB tidak percaya… tapi namanya jg sudah berani tunjuk tangan yaa…) “Asha bisa, Nak ? Ayo coba maju ke depan…”
A : (maju ke depan sebelah ibu guru)
G : “Ayo sha… PANCASILA !”
A : “Ciaaattttt…” (sambil memeragakan gerakan PENCAK SILAT !!)
=))
Asha memang selalu kami ajak menghadiri undangan-undangan nikahan. Termasuk undangan nikahan ala Betawi. Sejak saat itu, dia memang sudah mengenal gerakan-gerakan dasar pencak silat, dan selalu mengulangnya di rumah beserta sound effect “ciaaattt…”
Tapi asli, plesetan PANCASILA ke PENCAK SILAT… itu baru berhasil kami terjemahkan di malam hari saat mau tidur, waktu tiwi mencoba mengajarkan kembali sila-sila dalam Pancasila.
Gpp ya, Nak. Yang penting tunjuk tangan, dan dapet bintang
2. Setting : Mobil, berkendara mobil hanya berdua Asha
Tiwi [T] : (bersenandung mengikuti radio sambil mengetuk-ngetuk steer wheel)
A : “Mama… masak nyetir kaya’ gitu…!!” (sambil menarik tangan tiwi supaya diam dan kembali menyetir dengan benar !)
T : “Kenapa emang nak ?” (menengok ke asha, sambil malah melepaskan kedua tangan dari steer wheeel)
A : (dengan tampang panik) “Mamaa…. ndak boleeehhhh !”
Hahahaha… safety riding campaign by a 3-year-old kiddo !! :p
3. Setting : Ruang Makan dan Teras Belakang Rumah. Minggu Pagi.
Saat itu memang sedang ada teman Erwin yang menginap. Namanya Wildan. Dia sedang mencari-cari rumah tinggal di sekitar rumah kami. Makanya sudah beberapa kali berkunjung dan bermalam di rumah kami.
T : “Sha, panggil papa sama om Wildan, Nak… Bilang, sarapan Pa, gitu…”
A : “Om Wildaaannnn ayoooo makaaannnn dong… Kan udah dibuatin tuh sama mama….Ayo, makan !!”
(dengan nada berteriak dan berlari-lari dari arah ruang makan ke teras belakang tempat papanya dan wildan sedang membaca koran)
Semua yang mendengar : (tertawa terpingkal-pingkal)
Karena mendengar omelan anak kecil di pagi hari… =))
Kalo’ Asha susah makan, memang tiwi selalu bilang “Asha, ayo dimakan dong… Udah dibuatin juga sama mama…”
Anak kecil… what they say is what they hear…
You really make our days, kiddo…
Thank you Allah for sending you here to us.
Posted: November 4th, 2009 | Author: temanbaik | Filed under: Asha | Tags: al-marjan, Asha, kelompok bermain | 1 Comment »
Hari ini, 4 November 2009
Asha get first STAR stamped on her hand !!
Buat apa ?! Karena Asha berani tunjuk tangan untuk nyanyi di depan kelas dalam acara ulang tahun temannya. Cool, kiddo !!
Lagunya : “Jika Pulang Sekolah” *lengkap dengan instrumen ck..ck..ck-nya =))*
Hari ini juga, Asha’s first time crying at school !
Kenapa ?! Karena ditahan oleh gurunya saat sudah mau membalas memukul temannya yg sudah mendorong dia saat sedang baris =))
Jangan galak-galak dong, Nak…
Posted: October 21st, 2009 | Author: temanbaik | Filed under: Asha, Daily, Family | Tags: al-marjan, kelompok bermain | No Comments »

“selamat belajar nak penuh semangat
rajinlah selalu tentu kau dapat
hormati gurumu sayangi teman
itulah tandanya kau murid budiman”
Posted: September 3rd, 2009 | Author: temanbaik | Filed under: Asha, Family | 1 Comment »
Asha udah 3 tahun… Alhamdulillah, sehat, pinter, dan jarang banget rewel.
3 tahun penuh dengan ke-jail-an…
3 tahun penuh dengan kejutan…
Kaya’ gini nih…
Percakapan di pagi hari tanggal 2 September 2009. Setting : Tempat tidur.
Tiwi (T) : “Sha, selamet ulang tahun yaa, nak… Biar jadi anak sholehah yaa…”
Asha (A) : “Ndak !”
T : “Biar jadi anak pinter yaaa…”
A : “Nggak mauuuu”
T : “Sehat terus yaa, Nak…”
A : “Nddddaaaakkkkk” *makin teriak*
T : “Lhaa, trus apa dong ? Jadi ANAK MAMA ajah deh yah ?!”
A : “IYAH !!”
Good girl…
Waktu akung-nya telepon, lebih kocak lagi…
Akung (K) : “Selamat ulang tahun yaaa, Sha…”
Asha (A) : “Iyah, udah tauk kok !!” *dengan nada sok tau*
Bwekekekeke….
Anyway nak, Selamat Ulang Tahun ke-3, anakku…
Semoga Allah senantiasa memberkahi hidup kamu yaa…
Mama do’akan, biar kamu jadi anak yang tauhidnya kuat, anak yang pintar, anak yang berguna untuk orang-orang di sekitar kamu…
Anak yang tumbuh menjadi perempuan dengan akhlak yang baik, yang tidak berbuat kerusakan terhadap apapun di sekitarmu…
Perempuan yang akan melahirkan generasi-generasi terbaik bagi umat manusia…
Amiiinnnn…
We love you, kiddo !! Forever and always !!
Posted: June 1st, 2009 | Author: temanbaik | Filed under: Asha, Family | Tags: Asha, celoteh, kosakata | No Comments »
Dengan bertambahnya usia Asha, dari yang bikin takut karena pas 2 tahun cuma bisa ngoceh kata per kata saja, sekarang kemampuan ngocehnya malah bikin geleng-geleng…
Yang paling bikin kocak, kemampuan dia ngoceh, disertai dengan kemampuan analisa yang aneh bin ajaib.
Misal :
1. (setting : rumah, makan siang, hari kerja, antara mama (uti-nya asha) dengan asha)
M : “Sha, mama kemana sih ?”
A : “Kerja, Utiii….” (sambil tetep main)
M : “Ngapain kerja, Sha ?!”
*biasanya pertanyaan ini dulu-dulu dijawab Asha dengan “Cari uang buat beli susu… tp kali ini dia diam. Disangka mama dia malas….
M : “Kerja buat cari uang yaa, Sha ?!”
A : “Bukaaannnn utiiiii…. mama cari uang di ATeeMMM.. bukan kejaaa” (sambil teriak ngotot !)
Hahahahaha… sejak kenal ATM, asha memang paling heboh kalo’ liat uang keluar dr mesin itu. Dan di dalam pikiran dia ternyata sudah terpatri bahwa uang, asalnya dari ATM =)) good analytical, kiddo !!
2. (setting : mobil, jalan tol, antara dini dengan asha)
D : “Duuuhhh… nih anak lucu banget siiihh… sini kamu sha, diuwel-uwel” (sambil gemes ngacak-ngacak rambut asha)
A : “Ndaaakkk Diiinnn…. Asha udah cantiikkkkk, ndak usah digituin agiihhh…” (teriak marah)
Bwakakakaka… dapet asumsi dari mana lagi nih bocah
3. Baru-baru ini asha punya sepupu… Dan ini jadi senjata Dini dan Tanti buat godain anak kecil ini biar ngomel. Karena kalo’ asha ngomel, lucu banget tampangnya…
D : “Sha, uti sekarang bukan uti-nya asha lagi lhoo… Udah uti-nya adek Danish sekarang…”
A : (diem, bengong)
D : “Syukurin lho, asha nggak disayang lagi sama uti, nggak boleh berenang lagi di rumah uti !”
A : (tetep diem)
A : “Bukaannn dinnnn, uti-nya ashaaa…. tp akung-nya dek Danish !”
Hahahaha…. Asha memang suka pilih kasih sama papa, karena “Akung ada kumisshhhh” kata dia. Dan dia nggak suka kalo’ dicium orang yg ada kumisnya. Hebat nak, adil yaa kamu mah :p
Ada beberapa kata khas asha yang suka bikin ketawa ngakak pas dia ucapin. Dia bener-bener copy cat yang handal !
Kaya’ kata-kata :
“Aahhh payahhh uti, ndak tauu…”
“Na, itu singa kayiiii” (terjemah : Na, itu singa kaliii…)
“Yaaaa uti kaco, pegi teuuus, acha ndak ikut…”
Hehehehe… ngeselin yaaa pilihan kata-katanya…
Tapi alhamdulillah, dia belum terkontaminasi kata-kata yg nggak baik.
Yang sekarang sedang dilatih adalah kemampuan dia untuk Opposites Word dan Warna.
Mudah-mudahan pada saat kamu harus sekolah nanti, sudah khatam yaa, Nak
Jadi kangen kamu nak, pagi ini…
Posted: November 29th, 2008 | Author: temanbaik | Filed under: -erw-, Asha, Family | Tags: Asha, bondowoso, mudik | No Comments »
Walah, bener kata de ini sih… Udah mau Idul Adha, baru sempet lagi ngupdate blog – tentang Idul Fitri pula, hehehehe…
Cerita mudiknya emang udah basi yaa sepertinya… Tetapi, biar tuntas dan biar cerita mudik pertama Asha lengkap, akan Tiwi lanjutkan ceritanya…
Setelah malam pertama di Bondowoso yang sempet ngebuat Tiwi dan Ibu stress… (plus mama di JKT yg tiwi telepon malam-malam minta do’anya biar Asha tenang…), malam-malam berikutnya tetap sama rewelnya. Nggak minta pulang sih… Tp minta pergi ke rumahnya…
Hehehe… anak pinter…
Tapi kami sudah menemukan solusi untuk itu, yaitu dengan membiarkan tiwi dan asha hanya berdua di kamar sesudah maghrib. Kondisi yang persis sama jika kami ada di rumah JKT… 
Dan itu berhasil banget lho !! Kalo’ cuma berdua, dia mau main sampe’ katawa-ketawa dan capek sendiri sebelum akhirnya diurut-urut dikit lalu bobo…
Alhamdulillah, ternyata solusinya mudah saja
Asha hanya benci keramaian…
Lebaran di BDWS hampir sama dengan kondisi di rumah JKT. Setelah sholat Ied, kami berkeliling bersilaturahmi. Asha dapet angpaw buanyak lho !! Hehehehe.. enak yaa nak jadi anak kecil 
Yang membedakan hanya sholat Ied di sana pagi sekali. Jam 6 pagi sudah dimulai sholatnya… Untung asha memang sudah bangun sekitar segitu.
Tiwi nggak sholat, karena menjaga asha, tetapi kami tetap menuju masjid.
Hari ke-3,4,5 di BDWS kami isi dengan berkeliling ke rumah-rumah saudara. Dan sempat juga rekreasi ke pantai Pasir Putih yg menjadi icon tamasya laut di daerah sana. Waduuhhh… nggak sia-sia deh mengajak asha ke Pasir Putih. Ini memang pengalaman pertama dia main ke laut. Dia excited sekali !! Weww… Nggak ada takutnya sama air maupun ombak tuw anak…
Bahkan asha jg naik perahu dan meneropong ikan di tengah laut lho… Pasir Putih merupakan tempat yg lumayan dilindungi kekayaan alam lautnya sepertinya. Terumbu karang dan jenis ikannya masih lumayan banyak…

Hari terakhir di BDWS, diisi dengan berburu oleh-oleh khas daerah sana. TAPE !! Yg parahnya, ternyata habis diserbu para pemudik. Nggak biasanya lho… Sampai-sampai tiwi dan Maya, adik ipar, janjian dulu sama tukang tape-nya buat disisakan tape buatan hari itu. Demi dibawa ke JKT. Nggak afdhol kaya’nya balik ke rumah dr BDWS tanpa tape…
Hari H kepulangan ke JKT, diawali dg SMS dari pihak Mandala yg men-delay perjalanan dari pukul 18.30 ke 20.00 WIB. Waduuhhh… paling males deh delay-delay-an kaya’ gini… Tp untuk perjalanan dr Juanda, memang kami sudah memprediksikannya. Selalu mengalami soalnya.
Berhubung masih ada budhe dari papa yg harus kami datangi di SBY dan ada janji dengan De untuk lebaranan di SBY ajah daripada di JKT, jadi jadwal keberangkatan kami dr BDWS tetap pagi-pagi.
Seperti biasa, bawaan balik pemudik selalu beranak pinak. Apalagi dr rumah Erwin yg tetangga juga saudara. Oleh-oleh datang mengalir sejak H-2 balik. Percaya atau tidak, kami dibawakan 2 ekor ayam sebagai bekal !! Hehehe… Terima kasih, Lik…
Asha sedikit lebih bertenaga saat perjalanan ke SBY ketimbang perjalanan sebelumnya menuju rumah. Mungkin karena masih pagi yaa…Sepanjang jalan sibuk bernyanyi dan memperhatikan bus yg lewat…
Hebat kamu, Nak… Kita yg udah pada gede ajah sampe capek ngeladeninnya
Di tengah jalan ke SBY, kembali ada SMS dari Mandala yg men-delay kembali jadwal yg sudah delay, menjadi pukul 23.59 !! Edun… Nggak mau ngasih kompensasi hotel kaya’nya, makanya dibela-belain diundur tetap di hari yg sama…
Sudah kepalang di tengah jalan, kami nggak bisa menunda lagi kedatangan di SBY. Akhirnya, pertolongan datang
De dan Masguh bersedia menampung dan mengantarkan ke Juanda malam-malam… You both the greatest deh hari itu !!
Terima kasih yaa..
Kasian Asha, setelah nggak berhenti beraktivitas hingga diantarkan Masguh ke Juanda, akhirnya dia tidur pules bahkan sampai kami boarding dan masuk ke dalam pesawat. Baru bangun beberapa saat menuju landing.

Kasian sama mama dan papa jg yg ngotot ngejemput di BUISH walaupun pesawat di-delay sampe’ pagi buta gitu… Tetapi melihat ekspresi mereka dan Asha yg sepertinya saling kangen-kangenan, wajar saja sepertinya mama ngotot tetep mau ngejemput di jam 2 pagi !!
Sampai di rumah, hal pertama yg kami khawatirkan adalah, Asha mencari pengasuhnya dan akan kembali rewel…
Tetapi ternyata nggak lho ! Hal yg pertama kali asha lakukan setelah masuk ke rumah adalah menuju ruang bermainnya dan mengabsen mainan-mainan favoritnya !! =)) Lucu bgt kamu nak…
Sekitar jam 3.30 pagi, baru kami bisa merebahkan badan, istirahat, dan bersyukur sudah diberi kesempatan untuk bisa mudik, menyenangkan orang tua, dan selamat kembali ke JKT-nya… 
Alhamdulillah jg, ibu sudah mengizinkan kami untuk tidak pulang tahun depan !! HOREEEE… bisa ditabung THR-nya kannn… :p
-selesai-
Recent Comments