All About Mudik 2 - Packing

Urusan packing adalah urusan yang paling bisa bikin Tiwi panik. Tiwi bukan tipe orang yg suka kalo’ sesuatunya nggak berjalan sesuai rencana. Apalagi kalo’ urusannya kehilangan barang… Ribet !

Nah, supaya berjalan sesuai rencana, segala sesuatunya harus well-prepared tentunya. Dihitung berapa hari yang dihabiskan di sana, diskenariokan berapa pasang baju yg dibutuhkan per hari.
Tiwi nggak suka mencuci baju di rumah orang lain… Takut ketinggalan :D

Urusan baju Asha, tantangannya lain lagi. Asha tuw baju sehari-harinya adalah baju kaos lusinan yg dibeli sejak dia masih di perut. Lgs beli banyak saat itu. Dan masih muat beberapa hingga sekarang. Tp jangan ditanya warnanya yaa… Mungkin yg tadinya putih, bisa jadi sudah berubah menjadi cokelat, bekas tumpahan makanan gak karu-karuan ada di mana-mana.
Makanya, untuk urusan baju Asha, tiwi lgs merencanakan ke Tanah Abang untuk (kembali) membeli kaos + celana lusinan untuk sehari-hari.

Alhamdulillah semuanya dimudahkan oleh Allah. THR tepat waktu, Tenabang yg tidak terlalu ramai di hari-hari awal Ramadhan, dan koper yang masih layak pakai sehingga tidak perlu membeli yg baru.
Urusan packing dimulai sejak hari ke-1 Ramadhan… :p

Urusan mainan Asha juga sempat membuat bingung. Karena mainan yg biasa dimainkan dia adalah mainan-mainan berukuran besar. Akhirnya, minggu kemarin berhasil mendapatkan versi kecil dari beberapa mainan favorit itu. Mudah-mudahan bisa bikin Asha tetep feels at home nantinya…

1 koper untuk pakaian Asha, 1 koper untuk Tiwi & Erwin, 1 Ransel untuk oleh-oleh (sepatu bow… ringan, tp makan tempat !), 1 Sling bag buat dibawa ke kabin (dompet, kamera, hp, dll yg printilan), 1 Travel bag untuk perlengkapan Asha (mainan, susu, pampers, dll)

Banyak ? Tp gpp deh, mudah2an pas pulang mah dikit… Soalnya kan banyak yg ditinggal di rumah ibu (kecuali dipaksa bawa oleh-oleh baliknya yaaa…)

Hari ke-20 Ramadhan, packing Alhamdulillah selesai. Sama Erwin sudah siap digembok koper-kopernya. Karena kalo’ ngga begitu katanya akan dibongkar lg sama Tiwi :p
Hekekekeke… Itu kan demi kalian juga, anak-anak… :p

Uang kecil untuk kebutuhan saweran juga sudah siap. Tiket sudah di-print. Kebutuhan untuk selama di perjalanan sudah masuk sling bag. Asha sudah simulasi mendorong-dorong koper.
Para asisten juga sudah berbenah. Bawaan mereka lebih gila-gilaan daripada kami sekeluarga. Urusan penitipan rumah juga sudah beres. Mudah-mudahan saat kami kembali rumah tetap dalam kondisi bersih dan rapi.

Do’akan perjalanan kami lancar yaa… Dan mudah-mudahan diberkahi Allah segala sesuatunya. Perjalanan ini diniatkan sebagai ibadah ke orang tua dan silaturahmi ke keluarga yg lain… Mudah-mudahan kami ikhlas ngejalaninnya yaa… :D

Kami mengucapkan :

Selamat Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Happy 3rd !!

Dear Hubby,

Happy 3rd yaa.. Mudah-mudahan angkanya akan bertambah terus sepanjang hidup kita berdua, dan akan selalu diberkahi Allah segala sesuatunya. Amiiinn.

Mudik - Intermezzo

Jum’at , 12-Sept-2008 17:01:28

T-Sel Jbtk : “Pendaftar mudik pesawat Yth, Anda menang 2 bh tiket JKT-SBY. Harap hadir untuk registrasi pd Sabtu sd Senin 13-15/09/08, utk info alamat, ketik : INFO kirim ke 4050″

Bwakakakak… Alhamdulillah… Berawal dari kegiatan iseng dan diniatkan untuk kepentingan diri sendiri, ujung-ujungnya malah menjadi yang terpilih.

Sumpeee… seumur idup Tiwi, yang namanya dapet doorprize tuw bisa diitung dengan jari di satu tangan saja… Itu doorprize ! Mau yg pesertanya buanyaaakkk, smp yg cuma 20 orang.

Buat tiwi, yg namanya rejeki emang kaya’nya nggak diizinkan berasal dari model-model beginian :D kudu kerja keras…

Jadi Jum’at kemarin akan tiwi kenang sebagai salah satu kejadian unik di kehidupan Tiwi.

Diantara lebih dari 50jt pelanggan operator tersebut (klaim mereka di iklan-iklan lho..) Tiwi menjadi salah satu yang beruntung…

Sayangnya, emang tetep belum rejeki. Tiwi terpaksa “menolak” hadiah Lebaran itu. Karena tiwi dan keluarga sudah punya tiket PP yang dibeli jauh-jauh hari sebelumnya.

Mudah-mudahan Tsel beneran memberikan jatah Tiwi kepada pelanggan terpilih lainnya supaya nggak jadi kesia-siaan yaa… Amiiinn…

Uhuy… jadi pengen nyoba lagi kapan-kapan :p

All About Mudik (1)

Masuk Ramadhan, sebentar lagi Syawal.

Tahun ini adalah tahun yang boleh dibilang menjadi tahun petualangan bagi Ramadhan Tiwi. Gimana nggak… setelah nyaris 20 tahun nggak kenal yang namanya MUDIK (sejak Mbah Akung dr pihak papa meninggal di tahun 1991, tiwi setia menjadi penjaga JKT di saat Lebaran…) tahun ini Tiwi akan menjalani ritual, yang buat orang Indonesia, akrab dengan bulan Ramadhan dan Syawal !! Pheewww…

Jauh-jauh dr Tiwi yaa komentar yang mempertanyakan, “Udah tau bakal ribet kalo’ mudik pas Lebaranan, kenapa juga nggak mudik di lain hari ajah” yaa… Karena jujur, sampai saat ini Tiwi juga masih bertanya-tanya masalah itu… Kek gak ada bulan selain Ramadhan/Syawal ajah yaa buat silaturahmi…
Maklum, gede di JKT, Alhamdulillah kalaupun waktu di kampus kudu ngalamin yg namanya mudik, tapi justru ngelawan arus… (meskipun setahun sekali dulu selalu minta jatah Argo Gede ke papa sih… Hihihihi…)

Balik ke mudik. Karena ini mudik pertama, persiapannya juga sudah jauh-jauh hari. Yaa gimana nggak, biasanya jadi penonton keramaian yg terjadi di stasiun atau airport, tetapi kali ini harus menjalani… Gimana nggak stress… Takut kualat :p Karena biasanya cuma jadi penonton dan komentator pas nonton tipi :D

Persiapan ke-1 : TIKET

Thanks to online technology…
Urusan tiket, Tiwi nggak mau gambling. Sejak bulan April 2008, sudah mulai berburu tiket-tiket pesawat secara online. Airasia dan Mandala jadi alternatif utama. Tetapi beberapa kali punya pengalaman delay dengan Airasia di bandara Juanda, akhirnya diputuskan mengambil Mandala. Mudah-mudahan nggak delay yaa… Karena mudik kali ini, ada anak kecil yang ikutan nih… :D

Masalah tiket-tiketan ini juga berbuntut… Dari yg hanya memesan 2 tiket adult untuk Tiwi & Erwin dan 1 infant untuk Asha; dengan pertimbangan, Asha masih 24-bulan saat keberangkatan, sesuai dengan peraturannya kan… Tetapi di akhir-akhir menjadi berubah dengan menambah 1 tiket adult lagi untuk Asha.
Maklum, anak itu tingginya melebihi normal anak-anak seusianya. Takut ajah kalo’ nggak dipercaya dan ujung-ujungnya akan dipersulit di bandara. Apalagi Lebaran gitu, penuh tho pastinya…
Ya sudahlah… rejekimu yah, Nak. Pas banget ada rapelan kenaikan gaji di kantor :D (emang juga dibilang, enak tho hidup pas-pas-an… :p)

Urusan tiket beres. Untuk keluarga kami… :p Alhamdulillah…

Masalahnya, ada 2 asisten yang menjadi tanggungan kami. Dan apalagi untuk mereka, momen lebaran mah sudah pasti jadi waktu mereka pulang kampung… Sekali setahun.
Asisten-1, DONE. Karena ada kakak-nya di JKT. Jadi urusan tiket ditanggung kakak-nya. Tinggal re-imburse saja ke Tiwi nantinya… :D

Asisten-2, RIBET. Huhuhuhu… cobaan bgt dah…
Nih Asisten dulunya ikut keluarga Erwin. Ruamhnya depan belakang sama ibu. Artinya, satu lingkungan dengan tujuan mudik Tiwi, kan ?! Tapi paraahhh… nggak mau diajak naik pesawat ! Padahal kan enak buat Tiwi, tinggak klak-klik. Nggak mau tapi dianya. Mau dipaksain dipesankan, takutnya nanti pas mau take-off malah jejeritan nggak karu-karuan. Kan repot… Sampe’ kepikiran mau suntik bius dia dulu tadinya :D Terinspirasi film The-A-Team.

Sang asisten memilih naik bus. Tapi Tiwi & Erwin nggak tega. Memikirkan kemacetan dan keribetan di terminal saja sudah membuat kami pusing.
Akhirnya diputuskan naik Kereta Api. Dan hambatannya adalah ?! Tentu saja proses pemesanan tiket. Tau sendiri KAI, rawan calo !!

Strategi disusun. Karena nantinya dia akan se-mobil kembali bersama kami di SBY menuju Bondowoso (BDWS) yang berjarak tempuh 5-6 jam perjalanan dengan mobil. Artinya, KA yang dipilih harus H-1 dari keberangkatan kami. Jadilah, sejak sebulan sebelum pemesanan dibuka (H-30 adalah tenggat KAI untuk pemesanan). Hubungan dengan para Office Boy kantor pun dibuka… :D
Tiwi nggak mau mengandalkan hanya 1 jalan saja untuk memperoleh tiket. Kasian asisten kalo’ sampai nggak dapat… Sehari-hari dia sudah mau dititipkan penjagaan Asha, mosok masalah nyari tiket saja sampe’ nggak berhasil.
Akhirnya, pada hari H pemesanan, 2 tiket didapat… :D Means, masalah baru buat Tiwi… Menjual 1 tiket sisa. YM jadi andalan :p

Alhamdulillah, nggak sampai setengah hari sudah dapat pembeli. Yaa gimana nggak, untuk hari keberangkatan asisten, katanya harga tiket di Gambir (di tangan calo) sudah mencapai 700rb !! Edan…
Walaupun sempat beberapa kali sakit hati karena dibilang calo lebaranan juga. Huhuhuhu… :p

Kalo’ kata teman-teman di sini, Tiwi terlalu baik. Mau bersusah payah mencarikan dan direpotkan masalah tiket asisten. Seharusnya biar saja mereka yg mencari cara untuk pulang…
Taelah, kalo’ cara itu Tiwi jalankan, Tiwi yakin tuw asisten sampe’ ke Gambir ajah nggak deh kaya’nya… Secara daya jelajahnya cuma sampai Pasar Pondok Gede. Lhaa, gimana mau sampai ke BDWS :p

Gpp lah yaaa, itung-itung mempermudah urusan hamba Allah-lah… Dulu juga asisten mama malah biasanya diantar papa ke rumahnya. Kami sekeluarga berkendara mobil. Saking nggak punya kampung tuw kami ! Pengen ikut-ikut yg namanya mudik :p

Urusan tiket DONE. (To Be Continued)

Nurun sopo tho, Nduk ?!


Terima kasih yaaa untuk semua ucapan selamat kepada Asha melalui blog ini…
Do’akan agar Asha bisa tumbuh menjadi pribadi yang berguna untuk sesamanya.
Aamiinnn…

2-years-old - Asha

Happy Birthday, Kiddo…

Thank you for everything yaa, Nak. You’ve give us a lot !!

PS :
Yang ini, lagi sibuk dengan celengan “Kungkong” dari Masrafa & Fayra…

‘Ma kasih yaa, ‘Nte De… *mmuuaacchhh…

Pagi yang Menakjubkan… :p

Pagi ini kaya’nya pagi yang berat buat semua WNI deh… :D Apalagi yang punya amanah sebagai ibu-ibu…
Baca koran hari ini, kaya’ baca selebaran ajah. Isinya semua pengumuman.

Nih yaaa…
1. Harga Elpiji tembus Rp 80ribu rupiah
2. Tiket Kereta Api jurusan Surabaya dibandrol Rp 450rb rupiah
3. Pajak dan Retribusi Kendaraan Bermotor akan dinaikkan

Ada yang enak ? :p

Bener-bener deh, menjelang bulan puasa gini, kok yaa pemerintah seneng banget bikin rakyatnya terkaget-kaget.
Dimulai dengan kenaikan harga Elpiji kemarin, yang hanya berjarak nggak sampai 6 bulan dari kenaikan sebelumnya, cukup menohok kalangan ibu-ibu juga pastinya.
Pola budgeting yang tiap bulannya diberlakukan di rumah, kaya’nya nggak bakalan bisa ampuh kalo’ cara pemerintah menaikkan harga selalu mendadak begini. Hanya diumumkan 1-2 hari menjelang kenaikan.

Heran juga sama pemerintah, kalo’ katanya untuk menekan kerugian atau beban usaha, artinya ketidakbecusan mereka dalam mengelola perusahaan/aset negara, akan selalu ditimpakan kepada rakyat ? What a nice solution, Sirs…
Kaya’nya nggak harus sekolah tinggi-tinggi kalo’ solusi yang boleh seperti itu yaa…

Btw, gara-gara naik-nya harga Elpiji, semalam tiwi memutuskan untuk berburu elpiji tabung kecil, buat jaga-jaga saja. Karena menjelang bulan puasa, yang seharusnya dilewati dengan tekun beribadah… Bukan malah ujug-ujug kehabisan Elpiji dan takutnya pas langka dicari nantinya… :D

Lumayan susah juga mencari tabung kecil di kawasan Pondok Gede. Ada sih tabung berikut isinya, tapi tidak dijual lengkap tabung + isi. Hanya isi ulang saja…
Katanya sih gara-gara beredar isu, harga gas tabung kecil juga mau naik sebentar lagi… makanya ditahan.
Hmm…
Alhamdulillah tapi pencarian selama sekitar 45 menit berkendara berdua Asha akhirnya menghasilkan juga. Tabung gas kecil + isi Rp 170ribu. Beli di agen langsung + ngebujuk-ngebujuk… Hahahaha… Maap yaa mas :p

Btw, jadi teringat kata-kata teman mengenai hidup. Begini…
“Mbak, skrg gw kan 25 tahun yaa… baru mulai settle kerja. Kalo’ usia gw panjang dikasih Allah, misal 75 tahun ajah, dan gw pensiun di usia 50 tahun. Artinya gw harus cari uang selama 25 tahun untuk menghidupi diri gw selama 50 tahun yaa.. (termasuk masa pensiun). Kudu berapa yaa gaji gw kalo’ gitu ?”

Hehehehe… Nda, elu belum masukin elemen inflasi di situ… :p

Kalo’ dipikirin, emang kaya’nya malah akan membuat pertanggungan medical ke kantor jadi menanjak gara-gara sakit kebanyakan pikiran…

Yang paling bener emang, cari cara yang paling cerdas menurut kita sendiri untuk keluarga kita… Banyak-banyak sedekah (karena dengan bersedekah kita bisa merasa menjadi kaya dan makin produktif)… Banyak-banyak bersyukur.
Udah paling bener deh itu kaya’nya… :D

Yang penting, tabungan buat sekolah Asha nggak harus dipangkas gara-gara semua kenaikan ini yaa…
Amiiinnn…

Ngidam MIO

Hal aneh nih terjadi pada Tiwi secara mental… beberapa minggu ini rasanya ngebet banget kalo’ ngeliat Yamaha Mio Sporty… Apalagi kalo’ berwarna PUTIH !!

Ampun deh… sampe’ Tiwi sering bergumam kalo’ lg bareng-bareng temen-temen atau sedang di perjalanan kerja bareng Erwin :
“Pokoknya, target gw 2 tahun lagi, harus punya itu MIO Sporty Putih !”

Celetukan balesannya biasanya bikin ngakak gak abis-abis…

“Kasian banget sih loe mbak, ngayal, udah jauh-jauh ke 2 tahun ke depan, gak ada tinggi-tingginya banget !! Cuma Mio doang. Seken pula maunya. Mimpi tuw 2 tahun lagi punya X-Trail kek… CRV kek !”

“Ma..ma..malu-maluin aku ajah kamu mah… mosok 2 tahun lagi cuma pengen Mio. Ngapain juga kerja sampe’ kaya’ orang gila gini kalo’ cuma Mio doang sih…”

Hekekeke… bukan bercita-cita cetek sih sebenernya itu… Tapi lebih ke realistis :p

Do’ain yaa… Aaamiinnn… :p

New Episode : Adik Ipar

Dipikir-pikir… Walaupun sudah menikah nyaris 3 tahun, nggak terlalu terasa ada yg berubah di keseharian Tiwi… Selain, jadi ada teman kalo’ mau bobo, dan sekarang, ada anak kecil yg kadang nendang-nendang di waktu malam…
Masak-masak kadang-kadang…

Selebihnya, nyaris sama.
Masih ketemu mama & papa hampir setiap hari…
Masih sering jalan bareng adik-adik…
Masih suka cela-celaan masalah pinjam duit :D

Tapi kemarin, rasanya ada yg berbeda.
Sekarang keluarga kami bertambah.
Dan ritme keseharian juga berubah.
Karena adik ke-2 Tiwi yang baru menikah, sudah “diboyong” ke tempat suami-nya.

Aneh yaa ternyata rasanya dipamiti. Seperti akan pergi jauh.
Tiwi & Erwin tidak pernah berpamitan saat pindah.
Yaa mau pamit kemana, setelah menikah, mengontrak di sebelah rumah papa.
Setelah mampu punya rumah, menggeser ke depan-nya… :D

Yaa gitu deh.
Sepertinya, semalam hanya merupakan satu babak di keseharian baru kami.
Akan ada babak-babak lainnya, mungkin.
We’ll see…

Barakallah untuk Tanti & Amar.
Mudah-mudahan bisa cepet-cepet nabung yg banyak, dan punya rumah sendiri untuk keluarga baru kalian.
Amiinn…

Usaha

Sebelumnya, nggak pernah terbersit di benak tiwi masalah usaha yang berupa “berdagang” atau “jualan”…
Lhoo, wong paling nggak tegaan kok. Gimana mau disuruh jualan :D Bisa-bisa nombok terus..

Tapi mulai minggu kemarin, dengan mengucap “Bismillahirrahmaanirrahiim…” dan dengan restu suami dan mama, dibulatkan tekad untuk memulai usaha pribadi yang mudah-mudahan bisa berkembang…

Berangkat dari hobi, mudah-mudahan bisa jadi penghasilan tambahan untuk kepuasan pribadi dulu semata tujuannya :D

Amiinnn….